Horor di Hutan Sambas

AKHIR Perjalanan Deki Tersesat di Hutan Belantara Sambas, Perjuangan Temukan Sumber Suara dan Pulang

Bahkan jika ada buaya sekalipun tak dihiraukannya. Dengan harapan ia dapat menemui sumber suara orang menyinso kayu tersebut.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Tribunpontianak.co.id/ Facebook @berita sambas
AKHIR Perjalanan Deki Tersesat di Hutan Belantara Sambas, Perjuangan Temukan Sumber Suara dan Pulang 

AKHIR Perjalanan Deki Tersesat di Hutan Belantara Sambas, Perjuangan Temukan Sumber Suara dan Pulang

KISAH Perjalanan Deki Tersesat Selama 5 Hari, Perkampungan 'Gaib' di Tengah Hutan Belantara Sambas

Perjalanan seorang pria di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) yang mencari jalan pulang setelah tersesat di hutan belantara kawasan hutan Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki hari kelima, Minggu (8/2/2020)

Seperti dikisahkannya kepada masyarakat sekitar dalam facebook @berita sambas yang diunggah Senin (10/2/2020). 

Seusai fajar menyinsing, perlahan-lahan sinar matahari pagi telah terbit di atas kepala. 

Deki melanjutkan perjalanannya di dalam hutan untuk mencari sumber suara mesin chainsaw atau yang dikenal warga setempat dengan mesin senso. 

HOROR di Hutan Sambas Kalbar, Kisah Deki 5 Hari Berjuang Keluar dari Hutan! Temukan Pondok Misterius

Deki, pria yang tersesat di hutan belantara kawasan Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas Kalimantan Barat saat menceritakan kisahnya tersesat 5 hari di hutan kepada warga sekitar, Senin (10/2/2020) lalu.
Deki, pria yang tersesat di hutan belantara kawasan Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas Kalimantan Barat saat menceritakan kisahnya tersesat 5 hari di hutan kepada warga sekitar, Senin (10/2/2020) lalu. (Kolase/ Facebook @berita sambas)

Suara tersebut baru di dengarnya kembali setelah matahari meninggi menjelang siang. 

Padahal ia telah berjalan jauh dari tempat awal sehari sebelumnya ia mendengar sumber suara tersebut.

Hingga ia memutuskan berjalan balik ke lokasi awal.

"Lakak ye tadek aku bejalan jam 5.30 subuh, tang sian bunyi sinso, jam 7 tang maseh sian pas aku di luar tok, bejalan agek sampai dah tinggi ari barok bebunyi, makin aku dah bejalan agak jauh jadi mulak ageklah akupokoknye nak magek urang nyinso,”ujarnya. 

"Setelah itu saat berjalan lagi jam 5.30 subuh, tapi tidak ada suara sinso, hingga pukul 7 pagi masih tidak ada padahal pas saya lagi di luar, berjalan lagi sampai sudah agak siang baru bersuara lagi, padahal saya sudah berjalan agak jauh sehingga balik lagi untuk mencari suara orang nyinso,”kenangnya.

Ia lantas menyeberangi sungai, meski alirannya deras, ia pun tak perduli.

MISTIS Tengah Malam di Hutan Belantara Sambas, Deki Didatangi Gadis Kecil dan Minta Sesuatu

Bahkan jika ada buaya sekalipun tak dihiraukannya. Dengan harapan ia dapat menemui sumber suara orang menyinso kayu tersebut.

“Marrang sungai, sian agek pikiran ade jallu ke ape pokoknye marrang suka atinye, yang panting jumpe urang. Sangkakku daan daras aeknye, gasaknye dipepet yang laju-lajunye, pakai sepatu bot lallah aku natangkan ke tapi, beranang datanglah ke sie,”ujarnya

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved