BPBD Mempawah akan Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api
Kepala BPBD Mempawah, Hermansyah mengatakan pembentukan ini terutama di desa desa yang termasuk rawan karhutla.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Maudy Asri Gita Utami
MEMPAWAH - Guna mencegah karhutla agar tak terjadi lagi, BPBD kabupaten Mempawah akan membentuk kelompok masyarakat peduli api.
Kepala BPBD Mempawah, Hermansyah mengatakan pembentukan ini terutama di desa desa yang termasuk rawan karhutla.
"Dalam menghadapi karhutla kami mengutamakan pencegahan, di antaranya akan membentuk kelompok masyarakat peduli api di setiap desa."
"Khususnya desa desa yang termasuk rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
• Muda Mahendrawan Pastikan Penanganan Karhutla Kubu Raya Berjalan Sesuai Arahan Presiden
Nantinya menurut dia setiap kelompoknya beranggotakan 10 orang dan akan dilengkapi dengan alat pemadam.
"Setiap kelompoknya beranggotakan 10 warga desa setempat, mereka akan mendapatkan pelatihan dan dilengkapi dengan alat pemadam."
"Serta diupayakan selama masa siaga juga akan mendapatkan uang lelah," katanya.
Menurutnya untuk anggarannya BPBD akan mengajukannya melalui APBD namun juga bisa melalui dana desa.
"Dari 60 desa se kabupaten Mempawah ada 28 desa yang termasuk daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan."
"Kami targetkan di tahun 2020 ini 5 desa diantaranya sudah memiliki kelompok masyarakat peduli api," lanjutnya.
Ia berharap dengan adanya pokmas sadar api diharapkan titik api yang muncul langsung bisa dipadamkan sebelum menyebar dan semakin membesar. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak