PHRI Kalbar Dukung Kepolisian Berantas Narkoba

Bahkan upaya kerja sama juga terjalin antara pihak hotel dan kepolisian, terutama dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan Narkoba

PHRI Kalbar Dukung Kepolisian Berantas Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maudy Asri Gita Utami
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar Yuliardi Qamal 

PONTIANAK - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat mendukung upaya kepolisian untuk senantiasa menberantas kejahatan Narkoba di Kalimantan Barat.

"Kita ikut membantu untuk mempernudah dan tidak pernah menghalangi petugas kepolisian dalam melakukan tugasnya," ujarnya Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal kepada Tribun Jumat (7/2/2020)

Bahkan upaya kerja sama juga terjalin antara pihak hotel dan kepolisian, terutama dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan Narkoba.

Dia menjelaskan bahwa perlu dipahami bahwa bisnis perhotelan adalah usaha layanan dibidang jasa akomodasi penginapan.

Jadi siapapun tamunya dari manapun selama, mereka sudah memenuhi ketentuan prosedur menginap, maka hotel akan melayani tamu tersebut.

PHRI Harap Pemerintah Dorong Turis Lokal Datang ke Cap Go Meh Singkawang

"Jadi saat dia mau menginap SOP nya dia harus memberikan kartu tanda pengenal. Jati diri dia harus kita tahu dengan memberikan tanda pengenal baik KTP atau SIM setelah itu selesai," ujarnya

Jadi apabila kemudian orang tersebut terindikasi melakukan kejahatan, maka pihak hotel mesti memabantu dengan tidak mempersulit kepolisian apalagi sampai menghalang-halangi. Ini dikarenakan pihak hotel tidak bisa menelusuri secara rinci setiap orang yang menginap.

"Dan itu adalah wewenang kepolisian. Apalagi dalam kasus ini dia terbukti berarti dia sudah dipantau sedemikian rupa," ujarnya

Dengan adanya kasus ini sedikit banyak memang berpengaruh terhadap nama baik Hotel yang bersangkutan, namun ini adalah bagian dari resiko pengusaha hotel.

"Itu adalah resiko usaha kami. Kalau kita tidak bisa menerima resiko itu berarti kita tidak siap menjadi pengusaha dibidang ini," ujarnya

Kemudian tindak kejahatan ini tidak memandang klasifikasi Hotel, dan bisa terjadi di hotel manapun.

"Kalau kita identikan dengan hotel A dia,bisa saja akan pindah ke hotel B, Hotel C," tukasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Zulkifli
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved