Cap Go Meh
PHRI Harap Pemerintah Dorong Turis Lokal Datang ke Cap Go Meh Singkawang
Ia berharap imbauan ini jangan sampai membuat wisatawan lokal juga tidak akan mengunjungi Kota Singkawang.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINGKAWANG - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang, Mulyadi Qamal mengatakan kebijakan larangan turis asal Tiongkok datang ke Kalimantan Barat (Kalbar) tentu memiliki dampak bagi sektor pariwisata, hotel dan restoran.
Namun dirinya tetap mengikuti aturan maupun kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah terkait larangan turis asal Tiongkok mengunjungi Kalbar.
Ia berharap imbauan ini jangan sampai membuat wisatawan lokal juga tidak akan mengunjungi Kota Singkawang.
"Ini perlu juga kita dorong bahwa tetap kunjungan ke Kota Singkawang lebih banyak lagi, lebih besar lagi," katanya, Senin (3/2/2020).
• Pemkot Singkawang Targetkan 100 Ribu Wisatawan saat Cap Go Meh, Data 2018 Malaysia Dominasi
Mulyadi menilai hal ini akan sangat berdampak bagi sektor pariwisata.
Namun pihaknya tetap mengikuti aturan tersebut karena tentunya tidak ingin mengambil risiko dengan wabah yang cukup membahayakan bagi manusia.
Ia mengharapkan kedatangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara seperti Malaysia yang masih satu daratan untuk datang Kota Singkawang.
Apalagi menurutnya kunjungan wisatawan asal Tiongkok ini memang ada.
Namun tidak juga signifikan datang pada setiap acara Cap Go Meh yang diadakan di Kota Singkawang.
"Untuk hotel saya sendiri, Hotel Khatulistiwa belum ada bokingan wisatawan dari Tiongkok," tuturnya.
Presiden Jokowi dan Menag Konfirmasi Hadir
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Supardiana mengatakan persiapan perayaan Cap Go Meh 2020 telah mencapai 80 persen.
Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang telah mengundang Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, DPR RI Dapil Kalbar, berbagai Forkopimda Provinsi, Kepala Dinas Pariwisata se-Kalbar serta Bupati Wali Kota se-Kalbar.
"Ini sudah kami buat undangannya yang kurang lebih sekitar 500 undangan untuk undangan VIP dan VVIP," katanya, Senin (3/2/2020).
Dari 500 undangan yang disebar, yang sudah melakukan konfirmasi kehadiran di antaranya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi.