Kader Golkar Bakal Diusung Partai Lain, Pengamat: Hal Lumrah!

Begitu juga dengan Junaidi kader Golkar yang digadang bakal diusung sejumlah parpol lain untuk maju Pilkada Ketapang.

Kader Golkar Bakal Diusung Partai Lain, Pengamat: Hal Lumrah!
NET
Pengamat Politik dan Pemerintahan, Ab Tangdililing 

News Analysis
Pengamat Politik Untan
AB Tangdililing

PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, AB Tangdililing menilai jika seorang kader partai kemudian diusung oleh partai lain disuatu pemilu atau pilkada sudah menjadi hal lumrah.

Begitu juga dengan Junaidi kader Golkar yang digadang bakal diusung sejumlah parpol lain untuk maju Pilkada Ketapang.

Anak, Ipar hingga Politisi Perindo Masuk Kepengurusan DPP Golkar, Tim 9 Desak Dirombak

Berikut penuturannya.

Junaidi walaupun sudah lama menjadi kader Golkar tapi kalau dia tidak mengikuti kesepakatan diinternal Partai Golkar sendiri harus keluar sebagai anggota Golkar.

Tapi, memang individu yang berpolitik sekarang juga tidak bisa dipersalahkan, karena kapan dan dimana saja para politikus bisa berpindah-pindah partai, orientasinya setiap saat bisa berubah.

Namun jika Junaidi sudah mengambil sikap seperti itu, tidak boleh lagi berharap akan dicalonkan oleh Golkar, barangkali jika inkamben yang juga kader Golkar akan diusung Golkar, itulah pilihan dari Golkar.

Di inkamben kita juga belum tau partai-partai mana yang mendukung selain Golkar walaupun memang bisa mengusung sendiri, kita lihat dulu partai mana lagi yang akan berkoalisi.

Idealnya memang politikus memang tidak boleh berpindah-pindah, politikus tulen mesti tetap pada partai awalnya, soal pasang surut dipartai merupakan resiko politik.

Namun saat ini, sistem politik yang membuka peluang-peluang seperti itu, jadi kapan saja orang bisa pindah dan partai lain begitu cepat menerima jika orang tersebut mempunyai potensi, jadi kondisinya seperti itu, menjadi hal lumrah.

Saya kira politik ini walaupun orang punya kepentingan tertentu namun baiknya beretika, jangan juga tabrak sana tabrak sini, karena juga akan menjadikan demokrasi kita tidak baik, demokrasi kita adalah demokrasi yang sportif dan didukung banyak orang. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved