Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad Tegaskan Mengejek Cadar Berarti Mengejek Ajaran Islam
Ustadz Abdul Somad mengatakan yang bercadar baik. Sementara yang tak bercadar tidak apa-apa.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa siapa saja yang mengejek cadar berarti mengejek ajaran Islam.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, istri Nabi Muhammad SAW menggunakan cadar.
Tak hanya itu, lebih dari 20 hadits juga menyebut di zaman sahabat Nabi SAW mereka pakai cadar.
"Tapi Nabi SAW membolehkan yang wajahnya nampak," kata UAS dalam Youtube Ustadz Abdul Somad Official.
"Oleh sebab itu, cadar adalah ajaran Islam. Mengejek cadar berarti mengejek ajaran Islam," tegas Ustadz Abdul Somad.
Mereka yang bercadar, silakan. Sementara yang tidak becadar, hal itu dibolehkan.
"Laki-laki juga banyak mengejek orang becadar. Kenapa melihat orang bercadar kau risau?," kata UAS.
• Hukum Menggunakan Nama Suami di Belakang Nama Istri, Benarkah Tak Dibolehkan dalam Islam?
• Hukum Suntik Botox Mengurangi Kerutan Wajah Tak Permanen Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS)
Pada kesempatan berbeda, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan, beberapa ulama menyatakan bahwa cadar hukumnya wajib.
Namun demikian, Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan, ulama lain menyatakan bahwa cadar hukumnya dianjurkan.
"Syekh Ibnu Utsaimin, Syekh Ibnu Baz, Mazhab Hanbali dari Saudi Arabia, dari Riyadh, dari Makkah, dari Madinah itu mengatakan cadar wajib," kata UAS dalam video yang diunggah Youtube Kajian Dakwah Islami.
"Tapi Syekh Muhammad al Ghazali, ulama-ulama kami dari Al Azhar (mengatakan) cadar hukumnya mustahab, dianjurkan," kata UAS.
Ustadz Abdul Somad mengatakan yang bercadar baik. Sementara yang tak bercadar tidak apa-apa.
"Jadi kalau nanti ada ustadz mengatakan wajib bercadar, berarti dia ikut pendapat Ibnu Baz, pendapat Syekh Utsaimin," jelasnya.
UAS mengatakan untuk yang sudah bercadar, dengan yang tidak bercadar jangan kelai.
Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan untuk tidak mengejek perempuan yang bercadar.
"Perempuan bercadar berarti dia menjalankan ajaran Islam. Kalau kau mengejek perempuan bercadar berarti mengejek ajaran Islam," katanya.
"Orang yang mengejek ajaran Islam berarti mengejek Nabi Muhammad SAW," tegas UAS.
Pun demikian dengan poligami yang merupakan ajaran Islam.
"Mengejek poligami berarti mengejek Islam. Kalau tak setuju diam saja," kata UAS.