Dorong Realisasi Desa Mandiri, Kapolda: Polsek Sebagai Lini Terdepan Laksanakan Program Harkamtibnas

kalau dua kali berturut-turut mendapatkan bendera tengkorak berarti dia tidak bekerja dan akan diganti atau dicopot lalu diganti dengan yang lain

Dorong Realisasi Desa Mandiri, Kapolda: Polsek Sebagai Lini Terdepan Laksanakan Program Harkamtibnas
Tribunpontianak.co.id/ Anggita Putri
Suasana seminar di Aula Rektoran lantai 3 Untan, Rabu (22/1/2020). 

PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat terus mendorong untuk realisasi pembentukan desa mandiri di Kalbar dan target di tahun 2020 dan meneruskan program Harkamtibnas dengan 5 fokus.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan Polsek sebagai lini terdepan harkamtibnas merupakan program Polda Kapbar setelah sebelumnya telah menyusun satu konsep Polda Kalbar berkibar dengan zero ilegal dan zero toleran di 2018.

“Pada 2019 dan 2020 akan ada kelanjutan dari program Harkamtibnas dengan 5 fokus konsennya untuk mendukung program desa mandiri di Kalbar,” ujarnya usai menghadiri seminar saat ini sedang berlangsung di Aula Rektoran lantai 3 Untan, Rabu (22/1/2020).

Untan Siap Ambil Peran Untuk Perwujudan Desa Mandiri di Kalbar

Ada pun 5 fokus program Harikamtibnas yakni pertama membangun poskamling dengan 14 perlengkapan peralatan yang harus ada di poskamling .

Kedua bagaimana membangun sistem keamanan secara modern yang bersinergi dengan jajaran setempat dengan kepala desa , babinsa dan perangkat di desa dan babinsa .

Ketiga bagaimana mengatasi permaslaah sosial di desa. Keempat bagaimana mendeteksi dini pencemaran lingkungan mulai dari udara, air, limbah dan sungan.

“Lalu yang terakhir bagaiaman kita mendeteksi juga terkait dengan bencana alam mulai dari menyelamatkan korban dan evakuasi korban ,” ujar Didi Haryono.

Ia mengatakan dari 5 fokus terkait polsek sebagai lini Harkamtibnas terdepan ini untuk mengusung desa mandiri yang kini sudah mencapai 87  desa mandiri di Kalbar.

“Kita berterima kasih  kepada civitas akademika Untan juga dengan harapan mahasiswa dapat melakukan kajian ilmiah terkait aspek masalah sosial dan masalah lingkungan, Supaya kalbar bisa unggul sesuai potensi yang kita miliki ,” ujarnya.

Sejauh ini program Harkamtibnas sudah terealisasi dan tiap bulan dilakukan penilaian kinerja dan diberikan reward tiap bulan bagi yang bagus dalam pelaksanaan tugas.

“Kalau dua bulan berturut mendapatkan rewar ddan akan diberikan tawaran jabatan pindah kemana sesuai pangkat yang disandang karena pimpinannya bagus dan melaksnakan perintah dengan baik dan manajerialnya baik dan dijalankan ,” ujar Didi Haryono.

Tapi begitu juga sebaliknya kalau dua kali berturut-turut mendapatkan bendera tengkorak berarti dia tidak bekerja dan akan diganti atau dicopot lalu diganti dengan yang lain. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved