10 Petugas DLH Kota Siaga Selama Imlek dan Cap Go Meh

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Tinorma Butarbutar mengatakan pihaknya masih akan terus berkomunikasi dengan panitia

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah pemain naga berlatih permainan naga di Jalan Letjend Suprapto, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (19/1/2020) sore. Permainan naga menjadi satu diantara atraksi yang ditunggu-tunggu dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUN PONTIANAK, TRIBUN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Tinorma Butarbutar mengatakan pihaknya masih akan terus berkomunikasi dengan panitia dalam upaya tetap menjaga kebersihan selama kegiatan Cap Go Meh berlangsung di Jl Diponegoro.

"Paling tidak harus ada sepuluh personel kebersihan di lokasi yang bertugas secara bergantian setiap dua jam sekali," ujarnya, Sselasa (21/1/2020).

23 Naga Siap Meriahkan Imlek 2020, Ada Juga Festival Kuliner di Kota Pontianak

Imlek Kota Pontianak Momentun Gaet Turis

Sejumlah pengurus mempersiapkan Vihara Bodhisatva Kiranaya Metta menyambut Imlek 2571, di Jalan Sultan Muhammad, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) siang. Tahun Tikus Logam ini dianggap masyarakat Tionghoa sebagai tahun yang kurang beruntung untuk pengusaha.
Sejumlah pengurus mempersiapkan Vihara Bodhisatva Kiranaya Metta menyambut Imlek 2571, di Jalan Sultan Muhammad, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) siang. Tahun Tikus Logam ini dianggap masyarakat Tionghoa sebagai tahun yang kurang beruntung untuk pengusaha. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Ia mengatakan pihaknya juga mensiagakan armada angkut sampah di lokasi kegiatan, seperti kontainer, tong sampah dan proses penyampuan secara reguler yang dilakukan.

"Subuh hari semua sudah harus bersih, sampah-sampah yang di kontainer akan langsung dibawa," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun pada malam pergantian tahun baru imlek usai proses kembang api dan petasan ditambah kondisi sedang hujan, membuat material sisa petasan itu melekat. Menurut Tinorma proses pengerjaannya juga terasa lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.

"Mudahan-mudahan tidak hujan, seperti tahun-tahun lalu banyak material petasan yang melekat. Sehingga biasanya bisa tuntas dua jam bisa mencapai lima jam baru selesai," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved