Sejarah Hari Kedamaian Dunia Hingga Penetapan Pulau Perdamaian Dunia

Peringatan pertama Hari Perdamaian Dunia yang digagas PBB diselenggarakan pada tanggal 21 September 1982.

TRIBUNNEWS.COM//Freepik.com
SEJARAH HARI INI: 21 September Hari Perdamaian Internasional Digaungkan, Perubahan Iklim Disoroti. 

PONTIANAK - Kedamaian dunia merupakan harapan terbesar bagi seluruh umat di dunia ini.

Tepatnya 1 Januari mendatang, juga ditetapkan sebagai hari perdamaian dunia.

Peringatan pertama Hari Perdamaian Dunia yang digagas PBB diselenggarakan pada tanggal 21 September 1982.

Pada pembukaan hari pertama peringatan, lonceng perdamaian PBB yang terbuat dari sumbangan koin anak-anak seluruh benua selain Afrika dibunyikan sebagai simbol perdamaian.

Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga

Lonceng perdamaian PBB merupakan sumbangan dari Jepang. Pada salah satu sisi lonceng terdapat tulisan “Long Live Absolute World Peace” (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya).

Pada peringatan tahun 1991, pembukaan Hari Perdamaian diisi dengan pembacaan Legenda Burung Bangau Kertas yang ditulis berdasarkan kisah Sadako Sasaki, salah satu korban bom atom Hiroshima.

Pada saat dirawat di rumah sakit akibat leukimia yang merupakan dampak bom atom, Sadako membuat 1.000 lipatan berbentuk burung bangau bersama teman sekamarnya.

Sadako sendiri meninggal pada tanggal 25 Oktober 1955, tepatnya saat berumur 12 tahun.

Pada resolusi nomor 55/282 Tahun 1991, PBB memutuskan bahwa tanggal 21 September bukan hanya Hari Perdamaian, tetapi juga Hari Tanpa Kekerasan dan Gencatan Senjata.

Nah menariknya, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau resmi ditetapkan sebagai 'Pulau Perdamaian Dunia' oleh Komite Perdamaian Dunia (World Peace Community).

Penetapan dilakukan langsung oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Sutani, di Balai Adat Pulau Penyengat Tanjungpinang yang dihimpun dari akun media sosialnya.

Alasan penetapan pulau Penyengat itupun karena merupakan pusat peradaban melayu ditambah masyarakatnya sangat beretika dan bertata krama.

Harapan itupun dilantunkan agar pulau Penyengat semakin dikenal di 202 negara yang menjadi bagian dari anggota Komite Perdamaian Dunia.

Visi komite Perdamaian Dunia ini sendiri adalah 'Membangun Peradaban Baru keluarga Bumi Dengan Hati.

Visi ini menegaskan bahwa peradaban dunia tidak boleh dimonopoli oleh kelompok dan bangsa tertentu saja, tapi harus dibangun bersama-sama.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved