Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga

Kehendak baik itu berujud kekuatan kasih, persaudaraan, persahabatan, dan berpikir positif.

Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga - markus-solo-kewuta-svd-dari-kantor-dewan-kepausan-jcv.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Markus Solo Kewuta, SVD dari Kantor Dewan Kepausan Untuk Dialog Antar Umat Beragama, Vatikan
Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga - alumnus-lemhannas-ri-ppsa-xxi-am-putut-prabantoro-ygxss.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dari Kiri-Kanan : Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI, AM Putut Prabantoro dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), Presiden Dewan Kepausan Untuk Dialog AntarAgama Kardinal Ayuso Guixot dan Markus Solo Kewuta SVD dari Kantor Dewan Kepausan Untuk Dialog AntarAgama, Vatikan, Selasa (15/10/2019)
Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga - dr-muhammad-hasan-ali-abdghaffr-dhs.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Persaudaraan Lintas Agama - Dr Muhammad Hasan Ali Abdghaffr yang menjabat sebagai Imam Masjid Di Tivoli Italia , Markus Solo Kewuta SVD dari Kantor Dewan Kepausan Untuk Dialog Antar Agama, Vatikan dan DR Ridouan asal Marokko yang menjabat sebagai Sekjed Masjid Raya Roma
Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga - vatikan-tengah-berfoto-bersama-dengan-para-pemuda-sikh.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Persaudaraan Lintas Agama - Markus Solo Kewuta SVD dari Kantor Dewan Kepausan Untuk Dialog AntarAgama, Vatikan (tengah) berfoto bersama dengan Para Pemuda Sikh

Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga 

VATIKAN- Mewujudkan perdamaian itu ibarat melempar kerikil ke telaga, Senin (28/10/2019).

Apapun pengaruhnya yang diharapkan harus diawali dari KEHENDAK BAIK pelempar kerikil.

Kehendak baik itu berujud kekuatan kasih, persaudaraan, persahabatan, dan berpikir positif.

Semua faktor kehendak baik itu akan menjadi dasar untuk bertahan dan akan menang terhadap kekuatan-kekuatan desktruktif, termasuk paham radikalisme.

Baca: Gus Yahya Staquf Didampingi Uskup Agus Beserta Dubes RI ke Vatikan Bertemu Pengurus IRRIKA di Roma

Baca: Di Vatikan Sebanyak 7.000 Orang Lari Demi Perdamaian Dunia

Bangsa Indonesia harus mengembangkan KEHENDAK BAIK agar pluralisme atau keberagaman menjadi kekuatan membangun dunia yang damai.

Demikian dikemukakan Markus Solo Kewuta SVD atau Padre Marco, dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama saat ditemui AM Putut Prabantoro, Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) yang juga Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI di Kantor Dewan Kepausan Vatikan, Rabu (16/10/2019).

“Kita harus memiliki kehendak yang baik, kita percaya sesuatu yang baik itu cepat menjalar daripada keburukan. Seperti melemparkan batu kecil atau kerikil di telaga. Meski kecil ketika kerikil jatuh di telaga dia akan membentuk lingkaran gelombang, dari kecil dan lama-lama akan meluas-meluas. Kita harus gunakan falsafah ini untuk menyebarluaskan kebaikan,” jelas Padre Marco.

Menurut pejabat Vatikan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang deras sekali dari berbagai arah dan kadang-kadang sangat mengkhawatirkan.

Ia merasa prihatin dan tidak tenang jika mengikuti berita-berita dari berbagai media massa di tanah air.

Namun, meski demikian masih banyak orang dari berbagai agama, budaya, etnik, yang masih bisa bekerja sama dan bersahabat dan berpikir positif daripada mereka yang berpikiran lain tersebut.

Yang menjadi masalah, lanjut Padre Marco, walaupun gerakan-gerakan yang berpikiran lain itu kecil atau menempati posisi yang lebih sempit, gaung gerakan mereka itu secara psikologis sangat dominan, membuat orang takut dan bahkan membuat orang putus asa.

“Nah, untuk menghadapi hal ini kita seharusnya lebih dulu menaruh perhatian pada kekuatan kebajikan yang ingin kita perjuangkan bersama. Belajar dari tradisi-tradisi baik yang ada kita selalu diajarkan dan ditanamkan di dalam hati kita, perilaku kita, tutur kata kita bahwa yang baik-baik itu pasti akan lebih bertahan dan akan menang,” ujarnya.

Lebih jauh Padre Marco mengapresiasi dan mendukung kiprah Putut Prabantoro yang konsisten dan berkelanjutan menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, keutuhan NKRI, demi Indonesia Satu Tak Terbagi.

Menurut dia, apa yang dilakukan Putut Prabantoro yang juga Ketua Presidium Bidang Politik ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) ini, sangat baik mengingat intoleransi terus berkembang dan sudah sangat mengkhawatirkan bahkan telah merasuki institusi pertahanan dan keamanan.

“Mereka yang seharusnya melindungi kita, menjaga keamanan, yang sudah bersumpah untuk menjaga kesatuan NKRI malah masuk dalam kelompok orang yang berpikiran lain dan terpapar paham radikalisme dan bersikap intoleransi,” katanya.

Demikian pula harapan yang sama ia tujukan kepada media. Ia meminta media untuk selalu menjaga persahabatan dan relasi yang baik, menyebarkan berita dan hal -hal yang baik, menperluas jaringan persahabatan kemana-mana.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved