Sejarah Hari Kedamaian Dunia Hingga Penetapan Pulau Perdamaian Dunia

Peringatan pertama Hari Perdamaian Dunia yang digagas PBB diselenggarakan pada tanggal 21 September 1982.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM//Freepik.com
SEJARAH HARI INI: 21 September Hari Perdamaian Internasional Digaungkan, Perubahan Iklim Disoroti. 

Djuyoto turut menyampaikan bahwa dalam sejarahnya, Penyengat adalah tempat berkumpulnya ilmuan, pemikir dan penulis-penulis hebat.

Raja Ali Haji salah satunya.

Harapannya juga dikemukakan agar pulau ini bisa diperkenalkan kepada negara lain dan menjadi penyemangat untuk kita semua.

Akira Andanariandini Nastiti
Universitas Widya Dharma
@akiraand

Memanusiakan Manusia

Harapan saya di hari perdamaian dunia. Tidak ada lagi kekerasan antar manusia, tidak ada lagi tindakan rasis sesama manusia. Dan yang pastinya semakin banyak manusia yang memanusiakan manusia.

Nur Baiti
@baity.asiqin
D4 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Pemuda Yang Berperan

Damai itu jika Aman, Adil dan Tentram bisa diwujudkan dalam suatu daerah. Ini yang harus ditegakkan oleh semua, baik itu pemerintah, akademisi, organisasi hingga masyarakat. Harapan saya untuk hari kedamaian dunia adalah berharap pemuda dan pemudi untuk ambil peran dengan selalu menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Kalau kita semua menganggap Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan lain sebagainya adalah Indonesia yang satu, maka saya berharap konflik agama, konflik suku dan konflik etnis tidak akan ada lagi. Perdamaian tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak.

Izmi Nadia
Universitas Tanjungpura
@hallo_izmi

Bukan Alasan Untuk Membenci

Tentang hari kedamaian dunia saya tau , karna adanya hari kedamaian dunia ini adalah dedikasi demi perdamaian khusunya perang , kekerasan. Harapan saya untuk hari kedamaian dunia ini , semoga tidak ada lagi konflik yang bermunculan , tidak ada lagi yang menyulutkan ujaran-ujaran kebencian atau hal yang memicu konflik, serta kita berdoa semoga negara yang sedang berkonflik semoga menemukan jalan untuk damai dan solusi yang tepat . Sekarang harapan saya untuk diri saya dan teman-teman kita sebagai manusia yang harus banyak belajar dari kesalahan dan perbuatan masa lalu, bahwa manusia telah berusaha untuk mengembangkan dirinya dan sistem kemasyrakatan menjadi sesuatu yang lebih beradab dan berkelas, dan seharusnya perbedaan bukan merupakan alasan untuk saling membenci apalagi saling bertikai, bahwasannya kerjasama antara orang-orang yang memiliki perbedaan potensi, sumber daya jauh lebih menguntungkan ketimbang harus terus berperang dan melakukan penaklukan untuk dapat menguasai apa yang mereka miliki.

Puspa Ramersa
Universitas Muhammadiyah Pontianak, Prodi Psikologi
@shreyaasaa

Tidak Ada kekerasan Lagi

Saya membayangi dunia yang damai tanpa kekerasan, tanpa ada yang memisahkan, ya intinya sebuah dunia yang damai, tidak seperti sekarang dimana kekerasan sudah menjadi hoby di dunia ini. Seandainya dunia ini tidak ada kejahatan mungkin sangat terasa indah dunia ini. Jadi harapan saya untuk hari kedamaian dunia ini,semoga tidak ada kekerasan di dunia ini dunia damai adalah impian kita.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved