Jovan Ingin Bangun Mall Disabilitas di Mempawah Guna Wadahi Hasil Keterampilan Warga Difable

Jovan yang juga merupakan Waka Polres Mempawah, mengakui jika saat ini polres mempawah sudah ramah dengan warga difable.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Wakapolres Mempawah, Kompol Jovan Reagan Sumual, beserta jajarannya meninjau kondisi warga di Dusun Tekam (Telayar), Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur yang terdampak karhutla, Selasa (27/8/2019) pagi. 

MEMPAWAH - Warga Penyandang Disabilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat di kabupaten Mempawah, yang tentunya juga perlu mendapat perhatian.

Hal ini disampaikan pelindung Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Mempawah, Kompol Jovan R Sumual

"Sebagai Stakeholder sudah seharusnya melihat mereka dan mendampingi mereka secara langsung termasuk dari pemerintah daerah."

"Ke depan mereka tidak perlu dikasihan tapi mandiri maka perlu pendampingan dari kita stake holder termasuk pemerintah," ujarnya.

Pembangunan Infrastruktur Ramah Pedestarian dan Disabilitas

Dimana menurutnya dalam pendampingan ini perlu kiranya melihat kemampuan dan keterampilan dari penyandang difable sehingga bisa dimaksimalkan.

Karena itu pendataan atau validasi data menurutnya perlu dilakukan.

"PPDI di Mempawah ini vakum hampir 12 tahun, dan baru mulai aktif kembali, maka perlu validasi data, baik dari keterampilan maupun alat bantu yang diperlukan. Sehingga bantuan dan pendampingan keterampilan yang mereka miliki dapat tepat sasaran," ujar Jovan.

Jovan yang juga merupakan Waka Polres Mempawah, mengakui jika saat ini polres mempawah sudah ramah dengan warga difable.

"Sebagai satu diantara indikator WBK itu harus memenuhi pelayana bagi warga difable, tidak hanya jalurnya tapi juga alatnya."

"Sesuai aturan sebenarnya tempat-tempat pelayanan publik memang harus ramah difable," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved