Tahun 2020 KPPAD Kalbar Gencarkan Sosialisasi dan Pencegahan
Karena menurutnya, agar sosialisasi tersebut bisa sampai ke daerah-daerah terpencil, khususnya daerah yang rawan dengan kasus kekerasan seksual.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nuryanti menyebutkan pada tahun 2020 akan lebih menggencarkan sosialisasi dan pencegahan, hingga sampai ke pelosok-pelosok daerah.
Hal itu disampaikannya saat Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menggelar konferensi pers, terkait kinerja selama satu tahun terakhir, yang dilaksanakan di Aula Pondok Ale-ale, Jalan Sutoyo Pontianak, pada Senin (16/12).
"Terobosan untuk tahun 2020 nanti, bagaimana menggencarkan pencegahan, yaitu melalui sosialisasi. Dan bersosialisasi bukan hanya 50 persen, tetapi harus 80 persen," ungkap Eka.
Karena menurutnya, agar sosialisasi tersebut bisa sampai ke daerah-daerah terpencil, khususnya daerah yang rawan dengan kasus kekerasan seksual.
• KRONOLOGI Guru Cabuli 18 Murid Laki-laki, Modus Penelitian hingga Bersumpah di Atas Alquran
Lanjutnya ia juga mengungkapkan bahwa, nantinya juga akan banyak bekerjasama dengan Ormas (Organisasi Masyarakat), bukan hanya OKP (Organisasi Kepemudaan) dan masyarakat saja.
"Ormas-ormas yang ada dimasyarakat yang ada ini harus kita aktifkan kembali, baik karangtarunanya yang ada di daerah, baik itu LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), pokoknya yang berkaitan dengan pemuda dan masyarakat," jelasnya.
Kemudian ia menegaskan, hal terpenting yang harus ditekankan ialah mengenai penanam agama yang ada diruang lingkup keluarga.
Karena menurut Eka, pelaku yang melakukan kekerasan seksual tidak bergeser jauh dari ruang lingkup keluarga.
Maka dari itu Eka mengatakan, KPPAD akan lebih kepada menggencarkan sosialisasi dan pencegahan.
"Karena selama satu tahun ini yang kami rasakan dari KPPAD, kita seperti pemadam kebakaran, begitu kita dapat pengaduan dan laporan, kita terjun ke lapangan."
"Tapi tindak lanjut setelah itu kita hanya bisa memberi rehabilitasi, konseling. Sebentar tapi setelah itu selesai, kemudian timbul lagi," tuturnya.
Sambas Terbanyak Kasus Kejahatan Seksual
Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nuryanti mengungkapkan bahwa, Kabupaten Sambas masuk peringkat satu, paling banyak dalam kasus kejahatan seksual.
Hal itu dikatakannya saat Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menggelar konferensi pers, terkait kinerja selama satu tahun terakhir, yang dilaksanakan di Aula Pondok Ale-ale, Jalan Sutoyo Pontianak, pada Senin (16/12/2019).
"Kabupaten Sambas ini kalau untuk kejahatan seksualnya nomor satu, datanya bukan hanya data di KPPAD saja."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kppad-kalbar-menggelar-konferensi-pers-2.jpg)