Kelompok Tani Milenial di Sambas Aktif Kelola Lahan Pertanian

Suryadi mengatakan untuk di Dusun Saiyung sendiri sudah ada 25 orang petani milenial yang sudah fokus di dunia pertanian.

Kelompok Tani Milenial di Sambas Aktif Kelola Lahan Pertanian
TRIBUNPONTIANAK/ Juliadi Gegertani
Petani Bawang dari kelompok Milenial di Dusun Saiyung, Desa Try Mandayan, Kecamatan Teluk Keramat. 

SAMBAS - Beberapa Desa di Kabupaten Sambas sudah aktif menggerakkan petani milenial untuk mengelola lahan pertanian.

Dimana dari satu Desa ke Desa yang lain sudah membentuk wadah kelompok petani milenial untuk mengelola lahan pertanian di setiap desa.

Hal yang sama di lakukan oleh petani milenial asal Dusun Saiyung, Desa Trimandayan, Kecamatan Teluk Keramat.

Kumpulan anak muda di Dusun tersebut tidak lagi gengsi untuk terjun ke dunia pertanian.

Guna menggarap lahan pertanian, yang dulunya belum di kelola dengan baik.

Mahasiswa Daerah Harus Membangun Daerah

Ketua Kelompok Gegertani Saiyung, Suryadi mengatakan untuk di Dusun Saiyung sendiri sudah ada 25 orang petani milenial yang sudah fokus di dunia pertanian.

Dan setelah di bentuk Kelompok tani, beberapa bulan yang lalu. Pemuda yang ada di Desa tersebut begitu semangat untuk mengelola lahan yang ada di Desa Tri Mandayan.

"Untuk tahun ini juga sebanyak 1,2 hektare kami akan menanam tanaman bawang yang di perbantukan oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Sambas," ujarnya, Minggu (8/12/2019).

"Dengan tanaman bawang tersebut juga akan kami kelola dengan baik supaya hasilnya juga baik, karena potensi bawang merah dan bawang putih masih sangat bagus di Kabupaten Sambas," sambungnya.

Ia menambahkan dirinya sangat senang karena beberapa organisasi seperti Gegertani Sambas sangat mendorong untuk menangkap peluang-peluang di bidang Pertanian.

"Selain itu juga pihak BPTP Kalbar yang tidak henti-hentinya memberikan bimbingan kepada kelompok kami, sehingga kami dapat wajangan yang baik tentang mengelola lahan," katanya.

Dari Januari Hingga Desember 2019, Bulog Serap 700 Ton Gabah Petani

Karenanya, Suryadi berharap kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memberikan suport kepada pihaknya yang notabanenya sebagai petani pemula atau petani milenial.

"Dan juga kepada Pemerintah Daerah untuk selalu serius menyemangati keberadaan petani milenial yang ada di Kabupaten Sambas," jelas Suryadi.

"Harapan besar kami Pemerintah Daerah bisa membukakan akses pasar yang baik, sehingga hasil kami nantinya ada yang menampung dengan harga yang baik," tutup Suryadi

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved