ISKA Indonesia Kalimantan Barat Gelar Musyawarah Daerah VII, Restrukturisasi dan Reorganisasi DPD

Musda ini untuk melakukan re-strukturisasi dan re-organisasi kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ISKA Indonesia, Kalimantan Barat.

ISKA Indonesia Kalimantan Barat Gelar Musyawarah Daerah VII, Restrukturisasi dan Reorganisasi DPD
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Ketua panitia¬†Musyawarah Daerah (Musda) VII Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Indonesia, Kalimantan Barat, Drs.Agustinus Clarus,M.Si (kiri) bersama Ketua DPD ISKA Kalimantan Barat, Dr.Drs.Adrianus Asia Sidot,M.Si (tengah), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Al Leysandri (kanan) dan para peserta Musda saat menghadiri acara Musda VII ISKA Kalimantan Barat¬†di Wisma Santo Fransiskus Tirtaria, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (7/12/2019). 

PONTIANAK - Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Indonesia, Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII, di Wisma Santo Fransiskus Tirtaria, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (7/12/2019).

Musda ini untuk melakukan re-strukturisasi dan re-organisasi kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ISKA Indonesia, Kalimantan Barat.

Ketua DPD ISKA Kalimantan Barat, Dr.Drs.Adrianus Asia Sidot,M.Si mengatakan bersyukur akhirnya musda ISKA Kalimantan Barat bisa dilaksanakan pada hari ini,walaupun dalam kondisi yang sangat sederhana.

"Kita harus menatap ke depan, yang lalu biarlah berlalu, karena yang paling penting sekarang ini bukan latar belakang tetapi justru latar depan," kata Adrianus Asia Sidot saat menyampaikan kata sambutan dan arahannya.

Inilah Nama-nama Lulusan Terbaik Untan Sesi I Program Sarjana, Magister dan Doktor

"Tadi sudah disampaikan oleh panitia dan pastor, apa-apa saja sih tantangan kita ke depan, ada banyak agenda yang akan kita lakukan ke depan, karena berkaitan erat dengan posisi ISKA sebagai organisasi cendikiawan atau organisasi yang berlatar belakang pendidikan, maka yang menjadi isu utama adalah perubahan-perubahan dibidang pendidikan," Ujarnya.

Adrianus Asia Sidot mengatakan sangat memerlukan masukan-masukan dari iskawan-iskawati, bagaimana kita bisa merespon UU Sisdiknas, bagaimana kita merespon kondisi kekinian.

"Yang kita harapkan sekarang adalah anak-anak muda kita, generasi milenial yang akan kita bentuk melalui sistem pendidikan nasional kita, ke depan itu mereka berperan didalam perubahan itu, sesuai dengan konten lokal yang ada," katanya.

Pada kesempatan ini, Sidot mengatakan secara pribadi dirinya tidak terlalu pesimis menghadapi revolusi industri 4.0, dengan situasi, kondisi Indonesia saat ini, terutama di daerah-daerah.

"Lalu apa yang harus kita lakukan, itu juga yang harus kita pikirkan bersama, menjadi PR kita,bagaimana kita mengelola potensi-potensi lokal kita didalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi ke depan, bahwa industri 4.0 atau revolusi industri 5.0 itu hanya sebuah fenomena, isinya apa, itu lah yang harus kita lakukan," ujarnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved