Citizen Reporter

Bawa Botol Minuman Sendiri, Ini Cara Selamatkan Pontianak dari Sampah Plastik

Tapi dalam mendaur ulang sampah plastik di Indonesia masih menjadi tahapan yang sulit dan lama.

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Alfariat Saputra 

Hal itu disebabkan China kini tak lagi memperbolehkan penduduknya untuk mengimpor sampah plastik.

Dari tahun 2016-2018 china mulai meminimalkan import sampah dan tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa menduduki peringkat pertama sebagai negara yang tercemar oleh sampah plastik.

Hal ini akan berdampak untuk Indonesia, tentu saja polusi akan semakin meningkat. Kualitas lingkungan hidup sudah tentu akan terancam.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah salah satu pusat dari ekosistem laut dunia. Perairan Indonesia merupakan rumah dari 76% spesies karang, hutan bakau, dan padang lamun.

VIDEO: Inilah Persiapan Ari Turbo untuk Pertandingan Dipenghujung Tahun

Berbagai spesies perikanan, tentu akan terganggu dengan adanya sampah plastik. Selain dampak lingkungan, sampah plastik juga berisiko menekan kegiatan perekonomian Indonesia.

Sebab, berdasarkan buku saku Kementerian Pariwisata, sektor pariwisata RI menyumbang 9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2014.

Adanya polusi perairan tentu saja akan berdampak pada penurunan kinerja pariwisata RI. Apalagi dunia internasional menilai daya tarik utama pariwisata Indonesia adalah di wilayah pesisir.

Hal itu dibuktikan dari jumlah wisatawan asing yang mendarat di Bali mencapai 2,29 juta sepanjang Januari-Mei 2019 atau 62% dari total wisatawan yang datang melalui pintu udara.

Kala potensi pariwisata tidak bisa digarap akibat hambatan faktor polusi, laju pertumbuhan ekonomi semakin sulit untuk diangkat dari kisaran 5% seperti sekarang ini.

Meski begitu asih banyak masyarakat Indonesia  yang belum peduli terhadap masalah sampah. sekitar 72 persen masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah.

Hal itu disampaikan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar berdasarkan laporan indeks "Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup" dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018. KLHK mengakui bahwa tren sampah plastik akan selalu ada.

Sebab, plastik tidak dapat terurai dengan cepat bahkan ada yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

Isi Delapan Pejabat OPD Yang Kosong, BKPSDM Kubu Raya Adakan Seleksi Terbuka

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa tren sampah plastik akan selalu ada.

Sebab, plastik tidak dapat terurai dengan cepat bahkan ada yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun. Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) adalah sebuah organisasi yang mengajak masyarakat Indonesia peduli akan sampah plastic.

Tapi dalam mendaur ulang sampah plastik di Indonesia masih menjadi tahapan yang sulit dan lama.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved