Gapoktan Tuai Manfaat Pasca Dibantu Bank Indonesia
sebelum ada bantuan RMU, petani hanya sekedar bercocok tanam untuk pangan rumah tangga saja, banyak dapat beras tapi tidak tahu mau dijual kemana
MEMPAWAH,TRIBUN - Inflasi menjadi satu di antara tolak ukur pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mengendalikan inflasi Bank Indonesia (BI) mengatakan perlu sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
BI meyakini sinergi ini jadi kunci inflasi sejak 2015 sampai hari ini berhasil dikendalikan dalam tingkat rendah. Saat ini untuk Kalbar, laju inflasi baru sekitar 3 persen.
Harga komoditas pangan yang berfluktuasi dapat merugikan petani, pelaku distribusi, dan konsumen baik secara ekonomi maupun kesejahteraan. Bagi Bank Indonesia ini merupakan ancaman nyata bagi inflasi terutama yang datangnya dari komoditas volatile food.
• Forum IPOSC Cari Solusi Hadapi Tantangan Masalah Kelapa Sawit
• VIDEO: Rekonstruksi Pembunuhan Kepala Sekolah Mensiap Baru
Satu di antara komoditas pangan yang mesti dijaga agar tidak menimbulkan gejolak dari sisi harga dan persediannya yakni beras.
Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Kalbar telah melakukan upaya penguatan terhadap gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang memproduksi beras tersebut. Upaya yang dilakukan adalah melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sub tema Ketahanan Pangan strategis Gapoktan dengan diberikannya bantuan alat penggiling gabah atau rice milling unit (RMU).
Satu di antara penerimanya adalah Gapoktan Jaya Bersama di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah pada tahun 2012 lalu memberikan dampak luar biasa terhadap kesejahteraan petani di sana.
Gapoktan ini merupakan binaan dari Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar. Lewat bantuan mesin dari BI, Gapoktan ini juga menjalankan program penguatan ketahanan pangan daerah melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dengan pilot project untuk komoditas beras di Desa Kepayang yang kini telah berhasil mendongkrak ekonomi masyarakat.
Gapoktan Jaya Bersama yang sudah lebih dari 6 tahun mengelola mesin penggiling gabah yang diberikan oleh BI beserta alat-alat lainnya secara bertahap dan terbukti mampu merubah mindset para petani.
"Dulu sebelum ada bantuan RMU dari para petani disini hanya sekedar bercocok tanam untuk pangan rumah tangga saja, banyak yang dapat beras namun tidak tahu mau dijual kemana," ujar pengurus Gapoktan Jaya Bersama, Fetrus Anyim, Selasa (26/11).
Fetrus mengatakan, di Desa Kepayang sendiri ada 16 Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung didalam Gapoktan Jaya Bersama. Jika dihitung jumlah petaninya, kata dia, ada dalam satu Poktan ada 25 sampai 30 orang sehingga jumlahnya sekitar 400 orang.
"Kita sangat senang sekali dengan adanya bantuan ini. Dulu petani seperti tidak bersemangat, karena bingung hasilnya mau dijual kemana sekarang malah kita kekurangan gabah, dan membeli gabah dari luar Kecamatan untuk memenuhi stok di gudang," ungkapnya.
Manfaat yang dirasakan oleh petani di Desa Kepayang adalah mudahnya menjual dan menggiling gabah. Sebelum ada bantuan ini, petani hanya berharap kepada tengkulak, gabah petani dijual ke luar daerah, dan petani seperti dipermainkan.
Jika gudang di luar sana sudah penuh maka harga gabah akan sangat rendah. Sekarang petani sudah tidak ada lagi bertransaksi dengan tengkulak. “Mereka semua menjual gabah dan menggilingnya disini, lebih cepat, dekat, dan mudah," tuturnya.
Gapoktan memberikan dua opsi mudah kepada petani, yakni menjual beras atau menjual gabah. Bagi petani yang mau menjual tinggal datang saja ke gudang dan akan langsung ditimbang dan dibayar dengan harga yang kompetitif.
Lagipula, kata Fetrus, dengan adanya penggilingan milik Gapoktan Jaya Bersama, masyarakat sekitar Desa Kepayang menjadi bersemangat untuk membuka penggilingan pribadi, sebab jumlah gabah yang ada di desa.
"Gabah dari petani di sini tidak dijual ke luar daerah lagi, maupun dijual kepada tengkulak, jadi perputaran gabah itu melimpah, makanya banyak masyarakat yang membuka penggilingan pribadi, dan kita juga merasa terbantu, ada sekitar belasan unit penggilingan milik pribadi disini, dan itulah salah satu dampak majunya pertanian Desa Kepayang," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penggilingan-gabah-di-anjongan.jpg)