Gapoktan Tuai Manfaat Pasca Dibantu Bank Indonesia
sebelum ada bantuan RMU, petani hanya sekedar bercocok tanam untuk pangan rumah tangga saja, banyak dapat beras tapi tidak tahu mau dijual kemana
Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif, menjelaskan berbagai upaya telah dilaksanakan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani dan meningkat akses terhadap ketersedian pangan.
Seperti melakukan proses pemberdayaan masyarakat antara lain sejak 2009 hingga 2016 dilaksanakan kegiatan Penguatan lembaga Distrivbusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan pada 2016 hingga 2019 dilakukan terobosan kembali memlalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).
"Untuk memberdayakan Gapoktan dengan membantu memperkuat modal Gapoktan agar dapat menyerap gabah atau beras petani sehingga harga di tingkat petani stabil saat panen raya. Lalu lewat PUPM dilakukan upaya menyerap produk pertanian dengan harga layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis," sampainya
Dalam kesempatan tersebut, Munsif mengapresiasi upaya dari Bank Indonesia Kalbar yang telah turut serta membantu Pemerintah Provinsi Kalbar melakukan pendampingan pada Gapoktan hingga membantu dari sisi sarana prasarana.
"Bisa saja orang berpikir Bank Indonesia ini hanya mengurusi yang berdasi saja. Padahal bicara pangan ini perintah UU yang memang diurus negara. Kita berterima kasih pada Bank Indonesia yang secara rela menyisihkan energi bahkan keuangan membantu memastikan tidak ada gejolak harga. Lewat bantuan Bank Indonesia inflasi bisa terkendali," katanya. (nin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penggilingan-gabah-di-anjongan.jpg)