Gapoktan Tuai Manfaat Pasca Dibantu Bank Indonesia

sebelum ada bantuan RMU, petani hanya sekedar bercocok tanam untuk pangan rumah tangga saja, banyak dapat beras tapi tidak tahu mau dijual kemana

Editor: Nina Soraya
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Salvius Aliong mengolah gabah ke dalam mesin penggilingan di tempat penggilingan gabah milik Gapoktan Jaya Bersama, Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, belum lama ini. Bantuan alat ini diberikan Bank Indonesia Kalbar agar petani dapat menghasilkan nilai tambah dengan menyerap gabah anggota dan menjualnya dalam bentuk beras. 

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif, menjelaskan berbagai upaya telah dilaksanakan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani dan meningkat akses terhadap ketersedian pangan.

Gapotan se-Kalbar
Pertemuan Gapoktan se-Kalbar 2019 yang dipusatkan di Kota Singkawang.

Seperti melakukan proses pemberdayaan masyarakat antara lain sejak 2009 hingga 2016 dilaksanakan kegiatan Penguatan lembaga Distrivbusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan pada 2016 hingga 2019 dilakukan terobosan kembali memlalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

"Untuk memberdayakan Gapoktan dengan membantu memperkuat modal Gapoktan agar dapat menyerap gabah atau beras petani sehingga harga di tingkat petani stabil saat panen raya. Lalu lewat PUPM dilakukan upaya menyerap produk pertanian dengan harga layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis," sampainya

Dalam kesempatan tersebut, Munsif mengapresiasi upaya dari Bank Indonesia Kalbar yang telah turut serta membantu Pemerintah Provinsi Kalbar melakukan pendampingan pada Gapoktan hingga membantu dari sisi sarana prasarana.

"Bisa saja orang berpikir Bank Indonesia ini hanya mengurusi yang berdasi saja. Padahal bicara pangan ini perintah UU yang memang diurus negara. Kita berterima kasih pada Bank Indonesia yang secara rela menyisihkan energi bahkan keuangan membantu memastikan tidak ada gejolak harga. Lewat bantuan Bank Indonesia inflasi bisa terkendali," katanya. (nin)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved