Jika Tak Dikandangkan, Basrun: Akan Dilakukan Penangkapan Massal Hewan Penular Rabies
Ia mengatakan pihaknya telah memetakan wilayah yang paling rawan bahaya rabies di Kabupaten Mempawah.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
Menurutnya, dengan adanya kasus suspek rabies di Mempawah tentunya sudah dapat diusulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Mempawah agar melakukan kejadian luar Biasa(KLB).
Namun menurutnya hal tersebut tergantung penilaian dari Bupati Mempawah, apakah dilakukan KLB atau tidak.
"Jika usulan kita, karena sudah banyak nya peningkatan karena gigitan anjing liar maka perlu dilakukan KLB. Melihat sudah terdapat kasus satu diantara warga yang suspect rabies yang meninggal di Mempawah," katanya.
Ia menegaskan, bahwa seluruh Puskesmas di Kabupaten Mempawah, tersedia vaksinasi karena gigitan anjing.
Pihaknya meminta agar aksi daerah bisa segera dilakukan, dalam menekan angka terus meningkatnya kasus gigitan anjing liar di Mempawah.
"Untuk vaksin kita sudah siapkan di semua puskesmas termasuk di rumah sakit juga ada, kita juga menyiapkan 7 rabies center puskesmas," pungkasnya.(ian)
*Rabies Center Puskesmas.
1. Puskesmas Takong
2. Puskesmas Toho
3. Puskesmas Sadaniang
4. Puskesmas Pinyuh
5. Puskesmas Anjungan
6. Puskesmas Jungkat
7. Puskesmas Mempawah.
*Data Gigitan Hewan Penular Rabies Per Kecamatan 2019
1. Sungai Kunyit 3 Kasus (1 kasus meninggal suspect rabies).
2. Mempawah Hilir 5 Kasus.
3. Mempawah Timur 3 Kasus.
4. Sungai Pinyuh 4 Kasus.
5. Segedong 1 kasus.
6. Siantan 7 kasus.
7. Toho 20 Kasus.
8. Sadaniang 2 kasus.
9. Mandor + Sanggau 2 Kasus.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak