Wawancara Eksklusif

Jadi Menteri Desa, Halim Iskandar: Tidak Ada Pesan Khusus dari Muhaimin Iskandar

Dalam waktu singkat saya mengatakan bahwa dalam perspektif Kementerian Desa tidak ada desa fiktif.

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar bercengkrama dengan Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji dalam Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa (PID) ke-II provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 di hotel Kini, Pontianak, Senin (4/11/2019).  

Jadi Menteri Desa, Halim Iskandar: Tidak Ada Pesan Khusus dari Muhaimin Iskandar

PONTIANAK- Sebelum dan sesudah menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendestrans), Abdul Halim Iskandar, mengaku tidak menerima pesan khusus dari Muhaimin Iskandar, adik kandungnya yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Halim Iskandar masuk ke Kabinet Indonesia Maju dari unsur PKB, sehingga mau tak mau posisi dan kinerjanya akan berimbas ke sang adik dan PKB.

Pimpin Apel Pagi, Pj Sekda Minta PNS di Kapuas Hulu Tingkatkan Kedisiplinan

Daud Sandang Tiga Gelar Juara Dunia, Bupati Citra Janjikan Bonus

"Tidak ada pesan khusus Muhaimin Iskandar kepada saya. Dia tahu saya bisa bekerja. Saya mampu mengemban amanah jadi Ketua DPRD Kabupaten Jombang dan Ketua DPRD Jatim. Lagian, masak adik memberi pesan sama kakaknya," ujar Halim sambil tertawa dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, di rumah dinas menteri, di kawasan Jl Denpasar, Jakarta, Kamis (14/11).

Tribun: Anda merupakan kader PKB yang ada di Kabinet Indonesia Maju. Bagaimana tindakan Anda manakala ada politisi PKB di parlemen yang minta proyek di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi?

Halim: Saya kan harus menempatkan diri sesuai dengan positioning-nya yaitu saya ini lagi di mana.

Setelah saya masuk ke dalam pemerintahan, tidak ada yang bisa titip atau minta proyek.

Apalagi di Kemendestrans tidak ada program yang bersifat misalnya pengadaan secara besar-besaran, infrastruktur juga tidak ada.

Memang tidak ada suatu proyek yang besar. Jadi aman-aman saja. Kembali pada posisi, karena posisiku di sini ya begini.

Saya saat ini bekerja untuk bangsa dan negara. Jadi saya harus fokus pada tujuan tersebut. Soal nanti PKB dapat pengaruh positif dari kinerja saya di kabinet, itu soal lain. Anggap saja itu bonus.

Tribun: Bagaimanapun Anda tidak bisa dilepaskan dari Muhaimin Iskandar yang punya kans mengikuti kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Apakah Anda merasa punya kewajiban untuk ikut membantu Muhaimin?

Halim: Jadi kewajiban itu muncul kalau sudah masuk waktunya. Sampeyan tidak punya kewajiban salat maghrib kalau belum waktunya salat maghrib.

Saya bekerja semaksimal mungkin dan berhikmat pada bangsa, itu tidak ada urusannya dengan siapapun.

Daud Sandang Tiga Gelar Juara Dunia, Bupati Citra Janjikan Bonus

Kewajiban saya sebagai pembantu presiden adalah melaksanakan semua tugas-tugas presiden secara maksimal.

Sebagai menteri, saya wajib menyukseskan visi misi presiden. Tidak ada hubungan antara posisi saya sebagai menteri dengan hal lain di luar itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved