Perhutanan Sosial Program Unggulan Pengelolaan Lanskap Sambas, Secara Kolaboratif dan Berkelanjutan

Perhutanan Sosial menjadi salah satu cara pendekatan yang efektif untuk mendorong implementasi kolaborasi multipihak di Lanskap Sambas.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah, saat memberikan sambutan di kegiatan perhutanan sosial. 

"Kita memiliki sektor kehutanan yang sangat bermanfaat sehingga harus dikelola sangat serius dan dapat melihat kesuksesan yang memberikan manfaat kepada setiap masyarakat," ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Sambas nomor 48 Tahun 2017 tentang Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan dan Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional di Kabupaten Sambas.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sambas juga mengapresiasi kegiatan perhutanan sosial yang dilaksanakan di PLBN Aruk.

"Kegiatan ini sangat bagus, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas mengapresiasi yang menlinkkan program-program yang ada di Kabupaten Sambas terutama tentang lingkungan dan pelestarian terhadap hutan lanskap," katanya.

"Kehutanan yang berhubungan dengan nilai-nilai di komunitas digali sedemikian rupa sehingga pemanfaatannya sangat jelas, misalnya masyarakat punya hutan kemudian hutan itu memberikan kontribusi apa saja kepada masyarakat," jelasnya.

Dengan demikian kata Hairiah, masyarakat bisa diberdayakan melalui budidaya lebah, pertanian, perikanan, peternakan dan kegiatan lainnya.

Yang kemudian memberikan kehidupan berkesinambungan mempunyai nilai ekonomi dan disisi lain hutan tetap terjaga dan terpelihara.

"Dalam hubungan investasi bagaimana kolaborasi antara perusahaan-perusahaan yang ada dengan masyarakat bisa memberikan manfaat secara nyata, bagaimana perkebunan sawit tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan perubahan yang signifikan terhadap suatu wilayah," bebernya.

Mantan Senator Kalimantan Barat itu juga menyampaikan bahwa dengan kehadiran lembaga-lembaga pendamping, sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga SDM meningkat dan kemudian ditambah dari pemnafaatan SDA memberikan nilai ekonomis.

"Untuk di Aruk sendiri dibangun pasar modern oleh Pemerintah Pusat yang dilengkapi sarana dan prasarana dalam komplek PLBN di perbatasan akan timbul enterprenuer-enterprenuer baru yang akan mengisi pasar dengan produk-produk UMKM yang merupakan hasil dari karya masyarakat Sambas," katanya.

"Atau masyarakat setempat sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup, mengingat wilayah ini menjadi wilayah transaksi internasional," kata Wakil Bupati Sambas itu.

Kedepan ia pun berharap Pemerintah Pusat, khususnya kementerian pariwisata dapat membangun pariwisata alam yang ada didaerah perbatasan.

"Ini seperti Air Terjun Riam Merasap, Pemandian Sungai Bandong dan lain-lain berupa sarana dan prasarana dimana daerah ini masih banyak yang belum tersentuh," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved