Ketapang Targetkan Tahun Depan Lakukan Penambahan Pembentukan 45 Desa Peduli Api

Ia bersama Manggala Agni dan Kodim yang sudah duluan ke lokasi akan memastikan keadaan disana.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kepala pelaksana bpbd ketapang, Yunifar Purwantoro usai mengadiri Rapat kordinasi dalam rangka penanganan keadaan darurat bencana asap akibat karhutla di Kalbar tahun 2019 yang diselenggarakan di Kantor BPBD Provinsi Kalbar, Selasa (12/11/2019). 

PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat kordinasi dalam rangka penanganan keadaan darurat bencana asap akibat karhutla di Kalbar tahun 2019, dan membuat rencana kedepan sebagai upaya pencegahan terjadinya bencana asap akibat karhutla.

Rakor kali ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar, H Ria Norsan yang juga sebagai ketua satgas Karhutla dan jajaran Forkompimda dan perwakilan dari 14 Kabupaten Kota yang diselenggarakan di Kantor BPBD Provinsi Kalbar, Selasa (12/11/2019).

Kepala pelaksana bpbd ketapang, Yunifar Purwantoro mengatakan khusus di Ketapang yang masih ada titik api sampai sekarang di beberapa daerah seperti daerah pelang. Namun sudah dilakukan pemadaman bersama Manggala Agni, Koramil dan masyarakat desa Pelang yang sudah dibentuk pleton.

100 Kasus Karhutla Sudah Ditangani Polda Kalbar, Kombes Pol Jayadi Harap Ada Satgas Penegak Hukum

Apa Hasil Pertemuan Prabowo dan Duta Besar Arab Saudi, Habib Rizieq Bisa Pulang ke Indonesia?

BTS Akan Jalani Pemotretan di Finlandia, Momen Jin Bertingkah Konyol di Bandara Tertangkap Kamera

"Selain itu ada juga di desa Sungai Besar dan hari ini finishnya cuma tidak terlalu lebar, yang paling berat di daerah kawasan cagar alam dan untuk masuk kesana perlu mekanisme tidak boleh sembarangan ," ujarnya.

Ia bersama Manggala Agni dan Kodim yang sudah duluan ke lokasi akan memastikan keadaan disana.

"Makanya dengan wagub sebagai ketua Satgas mohon bantuan water boombing karena jaraknya jauh .Jadi mustahil kalau kita lakukan pemadaman darat seperti mesin ," ujarnya.

Ia juga mengatakan kalau kebakaran di daerah Sungai Besar sepertinya ada kesengajaan jadi para jajaran polsek terus melakukan investigas. Tapi untuk Karhutla di wilayah bagian selatan faktor dari limino luasnya hampir 800 hektare .

Pada tahun ini juga sudsh dibentuk 15 Desa peduli api dan tahun depan akan di tuntaskan untuk spot daerah bencana itu lebih kurang akan ada 45 desa peduli api lagi yang terbentuk .

"Kami minta supaya dana dari dana desa, karena mesin itu perawatan nya tinggi pistonnya saja hampir Rp 2 juta. Kalau dengan desa susah, tapi kalau bisa digunakannya dana desa untuk perawatan , uang lelah maka desa akan lebih terbantu," jelasnya.

Karena SDM yang ada di desa sudah di bentuk dan tinggal di latih bersama dengan Manggala Agni maka mereka bisa jalan.

"Dengan keterbatasan kami hanya 22 orang itu tidak mampu. Kedepan alat atau armada lainnya yang kami punya kami pinjam pakaikan . Karena tahun ini bupati akan memberikan anggaran untuk 9 unit mesin, dan 5 unit motor untuk tim reaksi cepatnya," ujarnya.

Sejauh ini Kabupaten Ketapang belum melakukan rapat evaluasi karena masih ada titik api.

"Rasanya gimana ya masih berjalan sudah evaluasi tapi setelah selesai ini nanti akan kita kumpulkan dinas terkait , masyarakat desa dalam hal ini kades dan karena ada penggunaan dana mungkin inspektoratnya kita libatkan ," jelasnya.

Sedangkan untuk pemilihan desa berdasarkan resiko yang sudah dianalisa kedepan penganggaran harus berbasis mana yang potensial berisiko itu yang dipilih karena Ketapang selalu ada dua masalah yakni banjir dan karhutla.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved