Pemkab Serius Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Ketapang

Kemiskinan saat ini masih menjadi persoalan di beberapa daerah, khususnya di Kabupaten Ketapang. Menurut Sekda Ketapang

Pemkab Serius Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Ketapang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, H.Farhan SE, M.Si ketika membuka Sosialisasi Pedoman Teknis Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Ketapang, Senin (04/11/2019) di aula Bappeda Ketapang 

Pemkab Serius Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Ketapang

KETAPANG –  Kemiskinan saat ini masih menjadi persoalan di beberapa daerah, khususnya di Kabupaten Ketapang.

Menurut Sekda Ketapang, H. Farhan SE, M.Si, bahwa kebijakan mengatasi kemiskinan yang dihadapi setiap daerah, hanya berbeda data jumlah pola pengentasan kemiskinan. Penanggulangan juga menjadi persoalan penting di Kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Ketapang

“Kita semua yang berada di sini, dihadapkan bagaimana kita mengurusi masalah kemiskinan,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, H.Farhan SE, M.Si ketika membuka Sosialisasi Pedoman Teknis Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Ketapang, Senin (04/11/2019) di aula Bappeda Ketapang.

Baca: Tekan Angka Kemiskinan, Ini Program Pemkab Mempawah

Baca: Apresiasi Rencana Pemprov, Erdi: Cepat Menyelsaikan Persoalan Kemiskinan dan Ketertinggalan

Baca: VIDEO: Suasana Rakor Verival Data Kemiskinan BPNT dan RTLH Kabupaten Sanggau

Karena itu, dengan sosialisasi pedoman teknis penangulangan kemiskinan di Kabupaten Ketapng ini, Farhan mengingatkan pentingnya perubahan yang mendasar. Perubahan mendasar ini, tentu saja harus diawali dari pola pikir dan data yang valid.

"Dengan data maka dibangun satu persepsi. Selanjutnya, melalui data yang valid maka dapat disusun suatu program dan kegiatan dalam mengatasi kemiskinan di Kabupaten Ketapang," ujar Farhan.

Farhan juga menceritakan kebijakan yang di ambil di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dimana di Kabupaten tersebut, beberapa dekade lalu dikenal sebagai wilayah yang cukup tinggi angka kemiskinan. Namun, dengan kebijakan yang sederhana, tapi bisa menurunkan angka kemiskinan.

Untuk itu lah, Sekda Ketapang bersama beberapa kepala OPD di Ketapang melakukan kunjungan ke Banyuwangi. Satu diantara agendanya, yaitu mendalami kebijakan daerah dimana Banyuwangi dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan. 

Beberapa point kebijakan yang dinilainya penting untuk diikuti dan dapat diterapkan di Kabupaten Ketapang diantaranya, bagaimana pertemuan dengan tamu luar daerah dapat dilakukan pada setelah siang hari. Even atau kegiatan juga dilakukan setelah waktu siang. Sehingga pada pagi hari, pelayanan pemerintah dapat fokus pada pelayanan masyarakat.

Selain itu mendorong perubahan pola pikir, bagaimana menjual jasa, satu diantaranya kebijakan pariwisata. Melalui wisata, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, seperti restoran dan perhotelan.

"Begitu juga dengan konsep lainnya yang sederhana, tapi bisa mengerakkan perubahan, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan," paparnya.

Dalam melakukan perubahan, terkait dengan perubahan perubahan mendasar khususnya pembangunan di Ketapang, Farhan berharap adanya tim yang solid.

“Saya tidak butuh Superman, tapi saya butuhkan adalah super tim, dengan tim yang saling bekerjasama, semua masalah, Insya Allah bisa diselesaikan. Termasuk bagaimana kita menurunkan angka kemiskinan, bila perlu kemiskinan di Kabupaten Ketapang dapat dihilangkan, kalau pendapatan daerah harus ditingkatkan," ucapnya.

Terakhir Farhan juga mengingatkan agar para ASN jangan lupa untuk membayar pajak. Bagi ASN yang tidak membayar pajak, dimintakan kepala OPD memberikan teguran.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved