FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1

Acara FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Putuskan Daun Kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan

FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom1.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Bupati Kapus Hulu, A.M.Nasir saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, Gubernur Kalbar dan Forkopimda Kalbar di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019).
FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom2.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Bupati Kapus Hulu, A.M.Nasir (tengah) bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (kiri) dan sejumlah tamu undangan saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, Gubernur Kalbar dan Forkopimda Kalbar di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019). Dalam FGD ini BNN menyampaikan bahwa kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.
FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom3.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji menyampaikan arahannya saat acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Kalbar di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019). BNN menyatakan bahwa kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.
FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom4.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko berbincang dengan Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019). Dalam FGD ini BNN menyampaikan bahwa kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.
FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom5.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko menyampaikan arahannya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019). BNN menyatakan bahwa kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.
FOTO: FGD BNN Bersama Forkopimda Kalbar Terkait Daun Kratom Termasuk Narkotika Golongan 1 - fgd-daun-kratom6.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kepala Pusat Laboratorium Narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol.Mufti Djusnir memaparkan tentang dampak kratom bagi kesehatan, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang tanaman kratom bersama Kepala BNN, Gubernur Kalbar dan Forkopimda Kalbar di hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019). BNN menyampaikan bahwa kratom termasuk narkotika golongan 1 yang dilarang untuk digunakan dalam suplemen makanan dan obat tradisional.

.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved