Breaking News:

Anggota DPD RI Asal Kalbar Serah Terima Hibah Tanah untuk Bangun Pesantren dan Tahfidz Quran

Ia pun menerangkan, tanah yang nantinya akan di bangun pesantren ini, pada tahap pertama akan menampung 2500 mahasiswa.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPD RI asal Kalbar, Sukiryanto secara resmi memberikan hibah tanah kepada pihak IAIN Pontianak, Minggu (03/11/2019). 

Anggota DPD RI Asal Kalbar Serah Terima Hibah Tanah untuk Bangun Pesantren dan Tahfidz Quran

PONTIANAK - Anggota DPD RI asal Kalbar, Sukiryanto secara resmi memberikan hibah tanah kepada pihak IAIN Pontianak, Minggu (03/11/2019).

Penyerahkan yang langsung diberikan kepada rektor IAIN, DR. Syarif, MA ini pun dilaksanakan di kawasan Jalan Selat Panjang yang rencananya akan dibangun pondok pesantren dan tahfidz Quran.

"Hibah tanah sebesar 18.500 meter ini diperuntukkan untuk pondok pesantren dan tahfidz Quran yang insya Allah nantinya mahasiswa/i IAIN semester 1 sampai 2 harus mondok di tempat ini," kata pria yang juga Ketua IKBM Kalbar ini.

Baca: Pesantren Wali Songo Pontianak Gelar Upacara Hari Santri Nasional

Baca: 1.700 Pelajar Semarakan Peringatan Hari Santri, Kapolres: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian

Mengamini harapan rektor, Alumni IAIN ini pun berharap dengan adanya pondok pesantren dan tahfidz Quran, maka tidak ada lagi mahasiswa/i yang tidak bisa mengaji dan tajwid.

"Semoga tanah yang diserahkan ini dapat bermanfaat untuk bekal di ahirat nanti," katanya.

Sebelumnya, Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA bersyukur sekaligus berterima kasih kepada H. Sukiryanto, S.Ag yang telah bersedia dan ikhlas menghibahkan tanahnya kepada IAIN Pontianak.

"Rasa syukur kepada Allah SWT dan ucapan terima kasih kepada Bapak. H. Sukiryanto, S.Ag yang telah bersedia menghibahkan tanahnya kepada IAIN Pontianak. Semoga Allah membalas kebaikannya dan mengganjarkan kepada beliau rezeki yang lebih dari apa yang diberikannya kepada IAIN Pontianak." tuturnya.

Ia pun menerangkan, tanah yang nantinya akan di bangun pesantren ini, pada tahap pertama akan menampung 2500 mahasiswa.

"Karena sifatnya pesantren, mahasiswa tidak boleh keluar. Maka dari itu akan dibangun lokal. Karena klasikal dilakukan di pesantren. Harapannya pesantren ini kita jadikan fokus pengetahuan dan pemahaman keagamaan mahasiswa, karena kenyataannya sebagian besar mahasiswa kita berlatar belakang SMK maupun SMA." ungkapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved