1.700 Pelajar Semarakan Peringatan Hari Santri, Kapolres: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian

Ribuan pelajar di Kabupaten Sintang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional ke 5 yang digelar di halaman Mapolres Sintang

1.700 Pelajar Semarakan Peringatan Hari Santri, Kapolres: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peringatan Hari Santri Nasional ke 5 digelar di Mapolres Sintang. Ada banyak pertunjukan yang ditampilkan, mulai dari Marching Band, hingga pencak silat. 

1.700 Pelajar Semarakan Peringatan Hari Santri, Kapolres: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian

SINTANG - Ribuan pelajar di Kabupaten Sintang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional ke 5 yang digelar di halaman Mapolres Sintang, Selasa (22/10) pagi. Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi bertindak sebagai pemimpin upacara tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolres Sintang mengatakan tema besar peringatan Hari Santri Nasional tahun ini adalah Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia.

Isu ini kata dia, diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

“Kenapa laboratorium perdamaian, karena pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamin, islam ramah dan moderat dalam beragama,” kata Adhe Hariadi.

Menurut Adhe, sikap moderat dalam beragama ini penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural.

Baca: Ponpes Darul Hidayah Rasu Jaya Bersyukur dengan Adanya Penetapan Hari Santri Nasional

Baca: Hari Santri, Sujiwo Ingatkan Santri Punya Peranan Penting Hadapi Tantangan Berat Indonesia Kedepan

Baca: Pimpin Upacara Hari Santri Nasional, Ini Yang Disampaikan Nikolaus

“Dengan cara seperti inilah, keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” bebernya.

Ada sembilan alasan, kenapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Yang paling pertama,  sampai hri ini komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar.

“Sebab mereka masih berpegang teguh pada kaidah cinta tanah air sebagian dari iman,” jelasnya.

Ketua Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sintang, Choiman Wahab mengatakan, upacara peringatan HSN tahun ini diikuti oleh 1.700 pelajar dari pesantren dan SMA di Kabupaten Sintang.

“Mudah mudahan peringatan ini bisa membangkitkan semangat para santri untuk terus mewarisi semangat para pendahulu pesantren untuk terus menjaga NKRI, menjaga keutuhan negara dan pancalisa. Mudah mudahan dengan peringatan ini, melecut semangat pada santri,” harap Choiman.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward  mengucapkan selamat Hari Santri Nasional ke 5 tahun 2019. Melalui peringatan ini, dia berharap santri bisa berperan ikut membangun bangsa, baik secara fisik maupun mental spiritual bagi masyarakat, secara khusus di kabupaten Sintang.

“Kehadiran santri, membawa misi perdamaian bagi rakyat, dalam menigkatkan kesatuan dan kesatuan, mewujudkan tegaknya NKRI,” harap Jeffray. 

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved