Pemkot Pontianak Kaji Buka Pusat Kuliner Malam Hari

Lanjut disampaikan, pusat kuliner malam hari ini masih dikaji dan dalam waktu dekat diharapkan dapat direalisasikan agar.

Pemkot Pontianak Kaji Buka Pusat Kuliner Malam Hari
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan sertifikat Khataman Alquran massal usai digelarnya Khataman Alquran massal yang diselenggarakan dalam rangkaian acara memperingati hari jadi kota Pontianak ke-248 di Masjid Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (19/10/2019) pagi. Khataman massal ini diikuti 4.826 siswa SD,  447 Madrasah Ib dan 1.123 Majelis Taklim, dengan total peserta berjumlah 6.396. 

Pemkot Pontianak Kaji Buka Pusat Kuliner Malam Hari

PONTIANAK - Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Kota Pontianak terus mencari membuat inovasi dan mencari sumber-sumber daya tarik agar orang datang berkunjung di Kota Khatulistiwa ini.

Kapala Bidang, Tata Ruang dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Pontianak, Alfri menuturkan bahwa Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menginstruksikan agar mengkaji untuk mencari lokasi agar bisa dibuat pusat kuliner malam hari.

"Pak Wali inginnya kedepan Pontianak mempunyai pusat kuliner pada malam hari dan diharpakan menjadi pusat tujuan orang yang berkunjung," ucap Alfri, Minggu (27/10/2019).

Lanjut disampaikan, pusat kuliner malam hari ini masih dikaji dan dalam waktu dekat diharapkan dapat direalisasikan agar.

Baca: Bahasan Ajak Warga Madura Ingat Slogan ‘Di Mana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung’

Baca: Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Pantai, Warga Kendawangan Geger!

Adanya pusat kuliner ditegaskan Alfri, bertujuan menarik kunjungan wisatawan dan dapat dikunjungi setelah magrib sampai tengah malam.

"Kita lihat beberapa negara mempunyai lokasi semacam itu, seperti Singapura dan lainnya.
Konsepnya, berdiri diatas jalan dan itu diharapkan menjadi magnet untuk wisatawan serta menjadi daya tarik kota," ucapnya berharap.

Saat ini, Alfri mengaku sudah ada arahan dari Wali Kota Pontianak terhadap beberapa ruas jalan.

"Seperti Jalan Juanda, Sisingamangaraja serta bekas terminal Kampung Bali," tambahnya.

Ditegaskannya penempatan pusat kuliner ini bisa bisa dilokasi lainnya nanti, karena masih dikaji terkait lalulintas serta aspek lainnya.

 "Kita akan memaksimalkan fasilitas umum asum dan fasilitas sosial yang ada untuk mendapatkan manfaat lebih," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved