Akhiri Kekerasan Perempuan, Kementerian PPPA RI Gelar Workshop, Kampanyekan Three Ends

Berbagai praktik buruk yang mengancam hak-hak perempuan dan anak masih terjadi sampai saat ini.

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Suasana Workshop penguatan kapasitas Forum Puspa yang sedang berlangsung di Di Hotel Harris Pontianak, Selasa (22/10/2019). 

"Puspa ini sebenarnya dibangun sebagai wadah dari lembaga masyarakat seperti akademisi, lembaga riset, profesi dan dunia usaha, organisasi keagamaan, kemasyarakat ," ujarnya.

Ia mengatakan semua itu diwadahi untuk bergabung bersama dan bersinergi untuk menyelesaikan persoalan terkait perempuan dan anak.

Berdasarkan sumber data dari publikasi pembangunan manusia berbasis gender Tahun 2018 bekerjasama dengan BPS dan KPPPA, Indeks pembangunan manusia (IPM) maupun Indeks Pembangunan Gender (IPG) dimana Kalbar masih berada di Posisi ke 30 dari 34 provinsi di Indonesia.

"Hal tersebut tentunya sangat lah miris terutama diketahui bahwa 35 persen terjadi perkawinan anak di bawah umur," ujarnya.

Dari itulah, ia mengajak semuanya bersama-sama mulai dari pemerintah pusat bersinergi dengan provinsi dan Forum PUAPA menyelesaikan masalah perempuan dan dan anak untuk meningkatkan IPM dan IPG Kalbar.

IPG adalah perbandingan IPM perempuan dibandingan dengan IPM laki - laki.

"Jadi diperbandingkan, kalau belum mencapai angka 100 terjadi rasio Kalbar masih di peringkat 30 dari 34 provinsi berarti masih terdapat kesenjangan gender," ujarnya.

Dari kesenjangan gender dri akses, partisipasi, kontrol dan mafaat yang dirasakan oleh perempuan dan laki- laki untuk pembangunan belum merata .

"IPG masih belum mencapai angka 100 , artinya terdapat kesenjangan antar laki dan perempuan dan masih banyak data lainnya sebagai pembuka wawasan bahwa kita perlu meningkatkan kerjasama , sinergi tentunya dari masing- masing lembaga yang memiliki peran dan fungsi yang berbeda -beda dan janganlah bekerja sendiri agar bisa mendapatkan hasil lebih maksimal," jelasnya.

Untuk itu ia juga menyampaikan bahwa ada Program dari KPPPA RI untuk mengatasi hal itu yakni Three end (3 End).

"Three End yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak , akhiri perdagangan orang terutama perempuan dan anak , akhiri kesenjangan ekonomi bagi perampuan itu yang terus di fokuskan," ujarnya.

Indonesia di percaya sebagai 1 dari 10 negara menjadi duta Hiporsi keterlibatan laki -laki untuk kesetaraan gender.

Jadi mengajak laki-laki bersama-sama terlibat untuk kesejahteraan perempuan dan anak.

"Jadi kita tidak hanya fokus pada perempuannya saja tapi ikut melibatkan laki- laki menuju planet 50:50 ditahun 2030," ujarnya.

Untuk mensukseskan program pusat dan melihat isu perempuan dan anak yang merupakan isu lintas sektor jadi tidak bisa bekerja sendiri.

Maka dari itu KPPPA memilih PPPA Kalbar menjadi perpanjagan tangan ditingkat provinsi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved