Yandi Nilai Pemkot Pontianak Belum Ada Terobosan Untuk SDM Unggul Hadapi Bonus Demografi

Bonus demografi yang dihadapi menurut Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi harus dipersiapkan jangan sampai bonus demografi

Yandi Nilai Pemkot Pontianak Belum Ada Terobosan Untuk SDM Unggul Hadapi Bonus Demografi
TRIBUN PONTIANAK / RIDHO PANJI PRADANA
Kader Gerindra, Yandi yang juga anggota DPRD Pontianak dan kini memplomirkan dirinya sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Pontianak. 

Yandi Nilai Pemkot Pontianak Belum Ada Terobosan Untuk SDM Unggul Hadapi Bonus Demografi

PONTIANAK - Bonus demografi yang dihadapi menurut Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi harus dipersiapkan jangan sampai bonus demografi dimana penduduk usia produktif lebih banyak akan sia-sia bahkan menjadi bencana.

Ia menegaskan saat ini belum nampak apa yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi ini.

"Kalau saya masih belum merasakan ada suatu gerakan atau suatu konsep besar dari pemerintah kota untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi ini," ucap Yandi saat diwawancarai, Rabu (23/10/2019).

Ia tidak memahami bagaimana pemerintaj kota mendorong, supaya anak muda ini mampu untuk menjalani kehidupan di masa mendatang, agar lebih baik dalam berbagai aspek, baik dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan inovasinya dalam menghadapi era globalisasi ini.

Baca: Yandi Minta Pemkot Proaktif dan Penertiban Langkah Akhir Penanganan Pengemis

Baca: Pemkot Pontianak Luncurkan Program Penanganan Terpadu Layanan Sosial Bagi Masyarakat

Baca: Terkait Pertambangan di Kalbar, Sutarmidji akan Surati Menteri ESDM

Lanjut disebut politisi Hanura ini, agar pemerintah melihat di negara yang sudah cukup konsen dalam hal ini, mereka mempersiapkan betul dari mulai dalam kandungan sampai bagaimana mereka mendapatkan pendidikan yang baik, semua terkonsep dengan rapi dan campur tangan pemerintah di sana sangat besar.

Namun di Pontianak adanya UMKM atau individu yang maju serta berkembang bahkan go internasional, Yandi melihat mereka memang lahir sendiri kemudian didukung bukan diciptakan oleh pemerintah. Pemerintah hanya menjadi fasilitator terhadap teman-teman yang sudah punya daya upaya sendiri.

"Kita ambil contoh, misalnya sentuhan teman teman itu, kalau sudah ada 1 atau 2 orang yang di rasa cukup mempunyai untuk melakukan semua baru pemerintah datang," tambahnya.

Artinya selamanini tidak pernah mencoba untuk menciptakan, sekarang ia memberikan pandangannya adakah inkubator yang dibuat oleh Pemkot dan membina misalnya 10 orang dari awal di latih dan di dikung oleh pemerintah kota dan mereka go nasional dan go internasional kan belum ada.

Lanjut disampaikannya gedung UMKM di bangun kedai-kedai terus produktifitas di gedung itu akhirnya tidak ada produktifitas yang tercipta.

"Jadi pembangunan kualitas SDM unggul ini yang perlu terobosan. Jangan menipu dengan pandangan yang bersifat fisikli tapi secara mental dan keunggulan serta produktifitasnya," tegas Yandi.

Sekarang generasi muda disebutnya harus mempunyai daya saing dan untuk menuju kesana perlu konsep dan pembinaan yang nyata dari pemerintahannya sendiri.

"Upaya untuk mereka apa, bagaimana menciptakan dayasaing mengenai aspek A, aspek B dan aspek C ini dan sampai kemana," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved