Hingga 2019, Kementerian PUPR Salurkan Bantuan PSU Sebanyak 119.695 Rumah Subsidi

Bantuan PSU merupakan stimulan bagi pelaku pembangunan rumah untuk membangun rumah MBR.

Hingga 2019, Kementerian PUPR Salurkan Bantuan PSU Sebanyak 119.695 Rumah Subsidi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid 

Citizen Reporter
Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

Hingga 2019, Kementerian PUPR Salurkan Bantuan PSU Sebanyak 119.695 Rumah Subsidi

PONTIANAK - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perumahan layak huni bagi masyarakat.

Komitmen ini diwujudkan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dengan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu kepada pengembang perumahan yang membangun perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bantuan PSU merupakan stimulan bagi pelaku pembangunan rumah untuk membangun rumah MBR dalam rangka pencapaian target program satu juta rumah.

Baca: BNI Harap Dapat Penuhi Kuota Permintaan Rumah Subsidi, Jajaki Kerjasama dengan PUPR

Baca: 105 Unit Type 36 Rumah Subsidi Purrei Residence Habis Terjual

Program ini merupakan perhatian pemerintah untuk mewujudkan cita-cita terpenuhinya kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama rumah terjangkau layak huni dan berkualitas bagi MBR.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid menuturkan bantuan PSU ini diharapkan bisa mendorong pengembang untuk membangun lebih banyak rumah bersubsidi untuk masyarakat Indonesia.

Selain itu, dengan dibangunnya PSU pemerintah ingin agar masyarakat yang tinggal di rumah bersubsidi dapat tinggal dengan lebih nyaman.

"Rumah subsidi itu dibangun untuk rakyat agar mereka bisa tinggal dengan layak. Pengembang yang menerima bantuan PSU juga harus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah khususnya rumah bersubsidi. Selain itu, kualitas rumah dan lingkungan serta fasilitas pendukungnya juga harus dijaga sebaik mungkin," kata Khalawi saat meninjau hasil pembangunan PSU di Batam.

Kementerian PUPR telah menyalurkan bantuan PSU untuk 119.695 unit rumah bersubsidi secara nasional mulai 2015 hingga 2019. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan rumah bersubsidi setiap tahunnya.

Alokasi anggaran tahun 2019 untuk bantuan PSU sebesar Rp 123 miliar untuk 13.000 unit rumah bersubsidi secara nasional.

"Tahun 2020 mendatang kami telah mengalokasikan dana sekitar Rp 202 miliar untuk pembangunan PSU sebanyak 22.500 unit rumah," ucap Khalawi.

Salah satu yang mendapat bantuan PSU adalah Joni Ahmad, Direktur PT. Mulia Realty Batindo selaku Pengembang Perumahan Bersubsidi Fantasy Residence di Kota Batam. Menurutnya, adanya PSU dari Kementerian PUPR sangat membantu pengembang untuk membangun rumah untuk masyarakat.

"Masyarakat pasti lebih memilih rumah bersubsidi yang jalan lingkungannya rapi. Apalagi di Kota Batam, masih banyak masyarakat yang mencari rumah bersubsidi untuk tempat tinggalnya," pungkas Joni. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved