BNI Harap Dapat Penuhi Kuota Permintaan Rumah Subsidi, Jajaki Kerjasama dengan PUPR

Togu mengatakan selama semester 1, permintaan rumah bersubsidi cukup tinggi, terlihat dari cepat habisnya kuota yang disediakan.

BNI Harap Dapat Penuhi Kuota Permintaan Rumah Subsidi, Jajaki Kerjasama dengan PUPR
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Pemimpin bidang pemasaran bisnis BNI Pontianak Togu Manulang, Jumat (12/7/2019). 

BNI Harap Dapat Penuhi Kuota Permintaan Rumah Subsidi, Jajaki Kerjasama dengan PUPR

PONTIANAK - Bank Negara Indonesia (BNI) saat ini sedang dalam proses Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan  menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) untuk mendapatkan kuota baru rumah bersubsidi.

“Kita sekarang sedang proses PKO lagi dengan menteri PUPR menunggu kuota baru. Jadi untuk sementara ini kita pending dulu penyalurannya karena kuotanya juga sudah full,” ujar Pemimpin bidang pemasaran bisnis BNI Pontianak Togu Manulang, Kamis (12/72019).

Togu mengatakan selama semester 1, permintaan rumah bersubsidi cukup tinggi, terlihat dari cepat habisnya kuota yang disediakan.

“Kuotanya secara nasional ada Rp 702 miliar, kurang lebih yang sudah terpakai Rp 526 miliar atau 69,39 persen. Jadi ada sisa Rp 232 miliar. Nah, 1620 ini dibagilah ke seluruh BNI di Indonesia. Cabang Pontianak sendiri untuk bulan Juli tinggal 8 unit saja,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak.

Baca: Disinggung Soal DPS BNI & Bank Syariah Mandiri, Maruf Amin Angkat Bicara ! KPU RI : Lolos Verifikasi

Baca: Alamat 7 Bank BNI di Pontianak  

 Ia mengungkapkan, ada 17 pengembang yang kerjasama dengan BNI, dan banyaknya pembangunan ada di wilayah Kabupaten.

“Kebanyakan pembangunannya itu ada diwilyah Kabupaten, Kalau di Pontianak sendiri tinggal satu developer. Karena Kalau di Pontianak pakai pola subsidi FLPP itu harganya tidak masuk. Jadi rata-rata di kabupaten,” Katanya.

Baca: BNI Bagikan Seribu Paket Sembako di Kabupaten Sambas

Ia pun berbarap agar BNI dapat selalu memenuhi kuota permintaan yang ada, mengingat banyaknya permintaan hingga di pertengahan tahun ini.

“Karena melihat di pertengahan tahun ini sudah begini ya, paling tidak samalah kuotanya, istilahnya tidak menganggu proses pembelian kredit FLPP di Pontianak, kita bisa penuhi permintaannya, apalagi kita banyak PKS dengan depeloper, kasian developernya kalau sampai terhambat,” pungkasnya. 

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved