Kabinet Kerja Jilid 2

Prabowo Siap Jadi Menhan, Gubernur Laiskodat Tolak Masuk Kabinet, PKS Tak Merasa Ditinggal Gerindra

... saya baru saja menghadap Bapak Presiden RI, yang baru kemarin (Minggu) dilantik. Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau.

Prabowo Siap Jadi Menhan, Gubernur Laiskodat Tolak Masuk Kabinet, PKS Tak Merasa Ditinggal Gerindra
TRIBUNNEWS//Irwan Rismawan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan. 

"Kita tunggu saja siapa yang akan dipanggil Presiden," katanya.

Begitu pula disampaikan anggota DPRD NTT dari Partai NasDem, Sarah Lerry Mboeik.

"Gubernur Viktor Laiskodat memilih bersama rakyat NTT, dan membangun daerah ini," kata Sarah Lerry Mboeik, di Kota Kupang, NTT, Senin.

"Kami menghargai keputusan itu, dan ini yang namanya petarung," ujarnya.

Sarah mengatakan Jokowi telah mendapatkan pengganti Viktor yang juga berasal dari NasDem.

Viktor beberapa kali dipanggil Jokowi membicarakan soal posisi menteri.

Terakhir ia dipanggil 17 Oktober 2019 lalu. Setelah pelantikan Jokowi-Ma'aruf Amin, Viktor langsung balik ke Kupang.

"Pak Viktor (memang) ingin segera pulang ke NTT," ujar Sarrah.

Tugas Baru Tito

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ikut merapat ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, meski tetap mengenakan seragam polisi, bukan kemeja putih.

Muncul spekulasi Tito akan ditempatkan di jajaran Kabinet Kerja Jilid II.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal yang ikut mendampingi Tito Karnavian ke Istana mengatakan ada kemungkinan Tito akan mengemban jabatan baru.

Menurut Iqbal, Tito berdialog dengan Presiden Joko Widodo selama sekira satu jam.

Baca: Ireng Maulana: Jokowi Harus Melawan Dikte Parpol Dalam Pemilihan Menteri

Baca: Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Parpol Dapat Jatah 16 Menteri, Posisi Wakil Menteri Bertambah

Baca: Berbeda dengan Gerindra, PKS Tegaskan Tetap Oposisi Pemerintahan Jokowi, Jazuli Ungkap Alasannya

"Jadi tadi saya mendampingi Kapolri. Pertemuannya hampir satu jam ya kira-kira. Kemungkinan ada penempatan jabatan baru," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Sedangkan Tito tidak memberi penjelasan gamblang untuk keperluan apa ia dipanggil Jokowi.

"Saya kan polisi, barusan ini dipanggil," kata Tito saat ditanya mengapa ia tidak mengenakan kemeja putih.

Tito mengaku tidak tahu mengapa ia dipanggil Presiden Jokowi hari ini.

"Saya pikir ini berhubungan dengan situasi keamanan dan ketertiban nasional pascapelantikan. Yang penting kami dari Polri juga tentu dengan Panglima TNI akan mengamankan, termasuk kalau ada pembentukan kabinet. Kami akan amankan," ungkap Tito.

Tito yang biasa datang dan pergi melalui pintu belakang Istana, baru kali ini mendatangi tempat itu melalui pintu depan.

"Kemarin pelantikan, pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan baik. Kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stake holder lainnya," tambah Tito.

Tito juga tidak menjawab mengenai tawaran Presiden sebagai menteri.

"Saya sendiri jujur, saya merasa berterima kasih kepada semua pihak, kepada Allah SWT karena ini pemilu yang cukup panjang. Hampir setahun lebih masyarakat terpolarisasi, alhamdulillah pelantikan (pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI kemarin berjalan lancar," kata Tito.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya menyebutkan susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung.

Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi, akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan Polri.

Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat.

Sosok yang tidak terjebak rutinitas dan monoton.

Tugas mereka bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan. (tribunnetwork/tim/dit/sen)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved