35 Desa dari Delapan Kacamatan di Mempawah Rawan Banjir
35 desa tersebut tersebar di 8 kecamatan, diantaranya Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Pinyuh, Tingkat, Toho, Sedangkan dan Sungai Kunyit.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Maudy Asri Gita Utami
35 Desa dari Delapan Kacamatan di Mempawah Rawan Banjir
MEMPAWAH- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, H Hermansyah mengungkapkan ada 35 desa di Kabupaten Mempawah yang rawan banjir.
Walaupun diakuinya saat ini memang masih belum ada daerah yang terkena banjir.
"Berdasarkan informasi BMKG, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada November-Desember 2019, akibatnya, ada 35 desa terancam tergenang banjir," ujarnya, Minggu (20/10/2019).
Baca: Intensitas Hujan Meningkat, BPBD Pontianak Petakan Daerah Rawan Banjir
Baca: Inilah 7 Kecamatan Rawan Banjir di Sekadau
Ia mengungkapkan ke 35 desa tersebut tersebar di 8 kecamatan, diantaranya Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Pinyuh, Tingkat, Toho, Sedangkan dan Sungai Kunyit.
Hanya satu kecamatan yang menurutnya sudah bebas dari bahaya banjir.
"Di Mempawah Hilir ada 4 desa, Mempawah Timur 5 desa, Sungai Pinyuh 4 desa, Segedong 3 desa, Jongkat 3 desa, Toho 3 desa, Sadaniang 3 desa dan Sungai Kunyit 9 desa," katanya.
ia mengatakan dari data ramalan cuaca yang dihimpun BMKG menunjukan potensi puncak curah hujan akan terjadi di penghujung tahun 2019, pada November-Desember.
Saat itu, volume hujan akan meningkat dibandingkan hari normal dan menurutnya kondisi itu akan menimbulkan potensi banjir.
"Untuk saat ini belum ada wilayah yang mengalami banjir, karena curah hujan masih normal dan stabil. Memang turun hujan, namun masih diselingi panas, jadi sementara ini belum ada daerah yang terendam banjir di Kabupaten Mempawah," katanya.
Hermansyah memastikan BPBD telah melakukan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
Yakni dengan meningkatkan pengawasan dilingkungan masyarakat, serta memberikan edukasi kepada warga tentang ancaman banjir.
"Kami mengimbau masyarakat agar sering mengupdate informasi cuaca, mengontrol permukaan air dan tindakan lainnya. Biasanya banjir yang terjadi di daerah kita datangnya secara perlahan. Tidak seperti daerah Jawa atau Sumatera yang datang tiba-tiba atau biasa dikenal banjir bandang. Biasanya banjir di Mempawah ini juga merupakan kiriman dari daerah perhuluan," ujarnya.
Ia juga mengaku pihaknya juga telah menyiapkan logistik yang nanti akan disalurkan kepada korban banjir.
Namun, ia mengakui persediaan yang dimilikinya hanya untuk skala kecil.