Inilah 7 Kecamatan Rawan Banjir di Sekadau

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan untuk daerah-daerah rawan bencana.

Inilah 7 Kecamatan Rawan Banjir di Sekadau
Istimewa
Banjir di Kabupaten Sekadau 

Inilah 7 Kecamatan Rawan Banjir di Sekadau

SEKADAU -  Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Afronius Akim Sehan mengatakan daerah rawan banjir di Sekadau berada di wilayah yang berada di bantaran sungai. Menurutnya kondisi alam di wilayah tersebut menjadi penyebab utama seringnya terjadi banjir di Sekadau. 

"Wilayah rawan banjir tersebut berada di Kecamatan Belitang Hulu, Belitang, Belitang Hilir, Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu dan Sekadau Hilir. Wilayah-wilayah rawan itu berada di bantaran sungai, daerah-daerahnya tidak berubah-ubah dan berada di tujuh kecamatan di Sekadau," ujarnya.

Baca: Sekda Sanggau Bakal Jadi Sekda Kalbar, Ini Harapan Dewan Sanggau

Baca: Warga Luar Dibatasi Sekolah di Pontianak, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan untuk daerah-daerah rawan bencana.

Hal itu dilakukan agar dapat dilakukan pencegahan dini untuk antisipasi bencana dan salah satunya bencana banjir.

Baca: Ketua Pokja: Perlu Peran Optimal Dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu

Baca: Sintang Ajukan Formasi Kebutuhan CPNS 2019, Palentinus: BKPSDM Tunggu Instruksi Pusat

"Kita sudah lakukan pemetaan daerah rawan bencana, dari hasil pemetaan wilayah rawan bencana itu masyarakat juga mengetahuinya. Sehingga, masyarakat juga ikut mengantisipasinya, terutama bencana banjir dan longsor," katanya. 

Dengan adanya pemetaan ini ia berharap masyarakat tidak membangun bangunan fisik di wilayah yang rawan bencana. Ia mengatakan masyarakat bisa mencari wilayah yang memang relatif aman dari terjadinya bencana ini. 

"Karena itu masyarakat saya harapkan untuk mencari alternatif lain saat membangun rumah, lahan pertania dan perkebunan tidak berada di wilayah rawan banjir," tuturnya. 

Ia juga berharap peran aktif pemerintah desa untuk turut serta dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan bencana. 

"Desa bisa menganggarkannya melalui APBDes, baik dari peralatan maupun hal lain untuk antisipasi terjadinya bencana," pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved