Wawancara Ekslusif

Prinsip Hidup Kepala Sekolah yang Cabuli 11 Siswa: Masuk Kandang Domba Jadi Domba! Istrinya Tak Tahu

IS yang diduga mencabuli 11 siswa laki-lakinya di sekolah pada April lalu meminta maaf kepada siswa dan orangtua korban.

Prinsip Hidup Kepala Sekolah yang Cabuli 11 Siswa: Masuk Kandang Domba Jadi Domba! Istrinya Tak Tahu
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ANDHIKA PRASETYO
Prinsip Hidup Kepala Sekolah yang Cabuli 11 Siswa: Masuk Kandang Domba Jadi Domba! Istrinya Tak Tahu. 

Alfons: Apa benar dugaan pencabulan yang ditujukan kepada Anda?

IS: Benar, tapi rasanya berita sebelumnya yang menyatakan 11 orang benar tapi tidak semuanya. Tujuh orang hanya diraba saja, artinya sambil bergurau. Artinya kita seorang guru itu kan mendekatkan diri dengan anak didik, supaya anak didik dekat dengan guru. Itu maksud yang sebenarnya.

Alfons: Polisi menyatakan ada 11 siswa yang menjadi korban. Apa benar?

IS: Hanya empat orang. Tujuh orangnya hanya saya raba-raba.

Alfons: Kenapa Anda melakukannya? 

IS: Sebenarnya, dasarnya itu saya ingin mendekatkan diri dengan anak. Satu tahun lebih saya jadi kepala sekolah di sana.

Supaya dekat dengan anak, kita bergurau seperti anak-anak juga. Karena saya lihat mereka suka bergurau.

Istilah pribahasanya itu, masuk kandang domba jadi domba, masuk kandang kambing jadi kambing. Jadi itu yang saya lakukan.

Entah mengapa, perbuatan saya kepada keempat orang anak ini tiba-tiba aneh, itu saja.

Selama 31 tahun saya bertugas, tidak pernah saya melakukan hal yang tidak-tidak. Kalau tidak percaya tanya sama keluarga saya.

Halaman
1234
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved