Kepala Sekolah Cabul

Aktivis Perempuan Syarifah Ida Harap Oknum Kasus Pencabulan 11 Siswanya Dihukum Seberat- Beratnya

Oknum Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak yakni IS (55) diduga telah mencabuli sebanyak 11 orang muridnya

Aktivis Perempuan Syarifah Ida Harap Oknum Kasus Pencabulan 11 Siswanya Dihukum Seberat- Beratnya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Aktivis Perempuan, yang merupakan Ketua Umum DPP Banom Perempuan Melayu PFKPM Kalbar, Syarifah Ida. 

Aktivis Perempuan Syarifah Ida Harap Oknum Kasus Pencabulan 11 Siswanya Dihukum Seberat- Beratnya

PONTIANAK - Oknum Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak yakni IS (55) diduga telah mencabuli sebanyak 11 orang muridnya.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro SIK melalui Kasat Reskrim Idris Bakara membenarkan kasus tersebut, dan saat ini masih dalam proses tindak lanjut dari pihaknya.

"Kejadian terjadi pada tanggal 6 September 2019 lalu," cerita Kasat Reskrim pada Rabu saat press release (16/10/2019).

Baca: Aktivis Perempuan Dr Khalilah: Mengutuk Keras Oknum Kepsek Cabuli Siswanya

Baca: Aktif Jadi Aktivis Kampus UPB Pontianak, Wilda Situngkir Tak Pernah Takut Bermimpi

Baca: JOKOWI Bungkam Soal Penangkapan Aktivis Ananda Badudu & Dandhy Dwi Laksono, Pratikno Jawab Singkat

Mendengar kabar tersebut sebagai Aktivis Perempuan, yang merupakan Ketua Umum DPP Banom Perempuan Melayu PFKPM Kalbar, Syarifah Ida mengatakan bahwa hal tersebut adalah prilaku yang jauh dari kata kemanusiaan.

"Saya saja membacanya miris apa lagi ini di lakukan kepada anak didiknya dan dia adalah guru dan seorang pendidik ," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (17/10/2019.

Hal tersebut baginya adalah prilaku orang yang upnormal karena melakukan pencabulan ke 11 murid sampai di ancam tidak mendapat kan ijazah.

"Tidak ada rasa kemanusiaan orang seperti itu harus di hukum seberat beratnya ," ujarnya.

Ia mengatakan hukuman 15 tahun penjara terlalu sedikit bagi orang seperti itu kalau bisa harusnya di hukum mati dan di potong kemaluannya.

Ia mengatakan kelemahan hukum di Indonesia masih terjadi dan orang melakukan perbuatan keji seperti ini benar- benar tidak memikirkan anak- anak ini.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved