Penutupan Jembatan Kapuas II Ganggu Distribusi Barang, Jadikan Pelajaran Untuk Desain Kalbar
Pengamat Ekonomi Untan Ali Nasrun mengatakan pernyataan pihak ALFI bahwa 30 persen dari kontianer yang ada tidak terangkut
Penutupan Jembatan Kapuas II Ganggu Distribusi Barang, Jadikan Pelajaran Untuk Desain Kalbar
PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Untan Ali Nasrun mengatakan pernyataan pihak ALFI bahwa 30 persen dari kontianer yang ada tidak terangkut dari kondisi normal menunjukkan betapa vitalnya peranan Jembatan Kapuas II.
Kejadian ini suatu pelajaran penting bagi pemerintah dan pihak terkait lainnya agar mengkaji kembali ketersediaan infrastruktur yang ada.
Kita terlalu terlena dengan kondisi yang ada selama ini, begitu ada hambatan semuanya terkendala.
Saya kira untuk menjaga ketahanan daerah memang perlu dipikirkan para pengambil kebijakan dan yang menangani urusan transportasi perlu menjadikan momentum ini pelajaran.
Jadi, ini adalah pelajaran dan harus ada desain besar bagi daerah bagamana membuat alternatif lainnya kedepannya.
Apa yang disampaikan pihak ALFI saya setuju, pasti mempengaruhi perekonomian yang ada.
Khususnya bahan konsumsi untuk daerah pedalaman, karena itu adalah akses utama dan sudah dirasakan ALFI bahwa 30 persen dari 500 kontainer tidak bisa terdistribusi dari pelabuhan sedangkan isinya 85 persen adalah consumer goods.
Baca: Apindo Sarankan Minimal Pontianak Punya Lima Jembatan
Baca: Ketua Apindo Pontianak Nilai Perpindahan Ibu Kota Bangun Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Baca: Ketua KSBSI Kalbar Apresiasi APINDO Yang Telah Rutin Melakukan Survey Daya Saing
Pontianak ini berada disebelaj Selatan Sungai Kapuas, sedangkan yang banyak menggunakan itu disebelah Utara Sungai Kapuas.
Saya kira sebagian besar dari Kalbar ini terpengaruh dengan adanya insiden penutupan karena adanya perbaikan.
Termasuk bagian Ketapang yang melewati jalan darat juga terdampak, apalagi didaerah Sambas dan Kapuas Hulu.
Inilah pelajaran penting bagi para pengambil kebijakan dalam mendesain berikutnya, memperhatikan betul alternatif lainnya. Hal seperti ini bukan mustahil bisa terjadi lagi, kedepannya.
Infrastruktur sangat berperanguh pada ketahanan sebuah daerah, karena dapat mempengaruhi distribusi barang konsumsi sehingga mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.
Bahkan bisa mempengaruhi sosial ekonomi, serta keamanan. Banyak terkait dengan kondisi ini.
Padahal ini bukan kondisi jembatan roboh, melainkan hanya diperbaiki tapi memiliki pengaruh yang begitu besar.
Saya ulangi, perlu adanya desain besar bagi Kalbar, bukan hanya cerita jembatan, tapi juga memperhatikan ruas-ruas jalan di Kalbar harus mempunyai alternatif.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak