Ketua KSBSI Kalbar Apresiasi APINDO Yang Telah Rutin Melakukan Survey Daya Saing

Asosiasi Pengusaha Indoneisa (APINDO) bekerjasama dengan Kadin Kalbar dan ACI Singapura menggelar kegiatan survey daya saing

Ketua KSBSI Kalbar Apresiasi APINDO Yang Telah Rutin Melakukan Survey Daya Saing
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Co-Director of Asia Competitiveness Institute,┬áProf Tan Khee Giap (Kiri) saat memberikan cinderamata kepada Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Kalbar, Suherman (Tengah) dan Ketua DPK APINDO Kota Pontianak, Andreas Acui Simanjaya (Kanan) di Hotel Aston Pontianak, Jumat (9/8). 

Ketua KSBSI Kalbar Apresiasi APINDO Yang Telah Rutin Melakukan Survey Daya Saing

PONTIANAK - Asosiasi Pengusaha Indoneisa (APINDO) bekerjasama dengan Kadin Kalbar dan ACI Singapura menggelar kegiatan survey daya saing usaha di Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Pontianak, Jumat (9/8).

Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Kalbar, Suherman memberikan apresiasi kepada APINDO karena telah rutin melakukan survey setiap tahunnya untuk dapat mengukur daya saing Kalbar.

“Survey ini rutin dilakukan oleh Apindo setiap tahunnya. Kita apresiasi sekali karena ini dapat mengukur daya saing, bagaimana kita berkompetisi dengan dunia luar apalagi masyarakat ekonomi asia. Dalam rangka ekonomi revolusi 4.0 tentunya ini sangat penting bagi kita khususnya bagi pengusaha,” ujar Suherman pada sambutannya.

Ia mengatakan, kelemahan Kalimantan Barat terletak pada daya saing tenanga kerjanya. Dan permasalahan yang terjadi di Kalbar saat ini adalah banyaknya perushaaan sawit hampir tak terpola.

“Kami menyadari selaku organisasi serikat buruh, saya mendorong pemerintah untuk bagaimana pemerintah menyiapkan sertifikasi kopentensi bagi pekerja-pekerja, supaya merka punya daya saing. Jangan sampai nanti pekerja dari luar masuk karena tidak ada daya saing,” ungkapnya.

Suherman yang juga selaku pembina UKM menyayangkan agar jangan sampai produk dari luar masuk. 

“Dari 34 provinsi, Kalbar itu termasuk yang rendah indeks pembangunan manusianya. Maka dari itu tidak cukup hanya usaha dari pemerintah saja. Kita juga harus bersama-sama menuntaskan ini semua sehingga Kalbar punya daya saing tinggi. Dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk ACI Singapura yang sudah mau bekerjasama,” tutupnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved