Tak Ada Pilihan, ALFI Setujui Penutupan Jembatan Kapuas II Demi Hindari Kerugian Lebih Besar

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Barat memberikan kesepakatan atas ditutupnya Jembatan Kapuas II

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rangka penyangga di bagian atas Jembatan Kapuas II yang patah dan rusak di Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (31/5/2019). Kerusakan tersebut diakibatkan tronton pengangkut mesin yang melebihi batas maksimum ketinggian jembatan. 

Tak Ada Pilihan, ALFI Setujui Penutupan Jembatan Kapuas II Demi Hindari Kerugian Lebih Besar

PONTIANAK - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Barat memberikan kesepakatan atas ditutupnya Jembatan Kapuas II selama proses pemasangan Ikatan Angin atau Bracing.

Menurut Ketua ALFI Kalbar, Retno Pramudya pihaknya memberikan dukungan terkait kebijakan itu agar jembatan menjadi satu-satunya akses darat ini bisa segera dilewati kendaraan besar seperti kontainer.

Pada kesempatan yang sama, Retno menegaskan keterbatasan akses karena kurangnya infrastruktur Kalbar ini menambah derita bagi para pengusaha angkutan, saat ini kelangkaan solar dan sulit didapatkan.

Bahkan pihak ALFI mengusulkan agar subsidi solar ditutup namun pemerintah harus bisa memastikan ketersediaannya.

Waktu penutupan selama 10 hari bukanlah waktu sebentar, meskipun masih ada ruang untuk beroperasi kontianer yang membawan barang dari pelabuhan untuk menuju pergudangan maupun daerah hulu.

Baca: Penutupan Jembatan Kapuas II, Sopir Truk Mengeluh

Baca: Kontainer 40 Feet Dilarang Beroperasi, ALFI Beberkan Kerugian Besar

Baca: Salbiah : Penutupan U Turn Melalui Kajian Forum Lalu Lintas

"Itu tidak tutup total, tapi dari jam 12 siang sampai 12 malam. Masih ada waktu memang untuk beroperasi bagi angkutan barang atau kontainer yang dari pelabuhan," ucap Retno Pramudya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Sabtu (12/10/2019).

Kesepakatan yang dilakukan ALFI untuk mempercepat pengerjaan sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih besar. Sebab sekitar empat bulan sejak Jembatan Kapuas II ditabrak pada akhir Mei lalu kontainer 40 feet dilarang melintas dan itu sudah menimbulkan banyak kerugian.

Adanya penutupan total dari jam 12.00-24.00 dari tanggal 13 Oktober hingga 10 hari kedepannya menurut Retno telah disampaikan atau disosialisasikan pada seluruh anggota ALFI.

"Kita sudah melakukan sosialisasi pada seluruh anggota ALFI terkait penutup Jembatan Kapuas. Kami dari ALFI juga diundang saat membahas rencana penutupan itu," tambahnya.

Namun menurut Retno, tinggal pihak Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk membuat rekayasa lalulintas agar tidak terjadi kemacetan.

"Kita berharap nanti perhubungan baik provinsi maupun kabupaten-kota yang langsung berkaitan agar membuat rekayasa lalulintas.
Rekayasa Lalulintas perlu dilakukan untuk mencegah kemacetan ini," tambahnya.

Mengenai dampak dari ditutup total Jembatan Kapuas II tersebut, ia memastikan dampaknya sangat besar, selama ini dilarangnya kontianer 40 feet melintas saja sudah banyak dampaknya.

Apalagi hingga ditutup total selama 12 jam, namun tidak ada pilihan lain karena akses hanya itu.

"Satu hari itu barang keluar dari pelabuhan rata-rata 400-500 kontainer, itu sebagian besar, bahkan 80 persen adalah barang konsumsi masyarakat," tambahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved