Kontainer 40 Feet Dilarang Beroperasi, ALFI Beberkan Kerugian Besar
Ia mencontohkan biaya angkut kalau biasanya cuma Rp1 jutaan ke Siantan tapi dengan adanya pembatasan kontainer 40 feet biaya menjadi dua kali lipat.
Penulis: Syahroni | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Kontainer 40 Feet Dilarang Beroperasi, ALFI Beberkan Kerugian Besar
PONTIANAK - Pihak ALFI sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha angkutan besar atau kontainer turut hadir dalam rapat koordinasi untuk pemasangan bracing atau pengikat angin Jembatan Kapuas II.
Sekretaris DPW ALFI Kalbar, Budi Basadi menegaskan pihaknya sepakat dengan forum terkait penutupan total Jembatan Kapuas II saat pengerjaan pemasangan bracing.
"Kami menyetujui pembatasan operasional dari jam 12 siang sampai jam 12 malam. Mengingat diperlukan waktu cepat agar pengerjaan selesai," ucap Budi Basadi saat diwawancarai, Rabu (9/10/2019).
Baca: Kalbar 24 Jam - Besi Penyangga Jembatan Kapuas II Berjatuhan, Sopir Kontainer Nyabu, hingga FLLS
Baca: Razia Intensif Musim Mudik Lebaran, Tiga Sopir Kontainer Nyabu
Ia menegaskan kalau ALFI tidak menyetujui maka akan memperlambat pengerjaan.
Bisa-bisa yang tadinya target 20 hari bisa jadi 2 kali lipat dari waktu yang ada itu.
"Tronton yang membawa kontainer masih diberi ruang untuk berkerja dari jam 08.00 pagi sampai jam 12 siang masih bisa menyebrang ke Siantan. Kemudian malam hari kita masih punya waktu dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi," ucapnya.
Walaupun dalam hal ini, ia tegaskan perlu menyesuaikan dengan pergudangan yang ada.
Kondisi normal semestinya ia menjelaskan bisa mengantar lima kontainer dan kondisi ditutupnya Jembatan Kapuas II dari pukul 12.00-24.00 WIB,hanya bisa mengantar paling tiga.
Pihaknya segera mensosialisasikan kepada anggota ALFI, setelah mendapatkan surat dari dinas perhubungan.
Karena itulah acuan untuk menyampaikan kepada anggota.
"Kalau kita tidak setuju berarti kita yang selama ini tidak bisa lewat 40 feet, justru akan menambah biaya lagi di pelabuhan. Walaupun kami mengakui juga itu akan menjadi biaya yang lebih tinggi. Tapi untuk kelancaran kedepannya saya pikir itu menjadi suatu resiko kita bersama dan untuk kebaikan bersama," tegasnya.
Sejak ditabrak pada bulan Mei lalu, Budi tegaskan belum boleh lewat kontainer 40 feet.
Budi, menjelaskan akikat kejadian ini memang pengusaha menanggung banyak kerugian.
Ia mencontohkan biaya angkut kalau biasanya cuma Rp1 jutaan ke Siantan tapi dengan adanya pembatasan kontainer 40 feet biaya menjadi dua kali lipat.
Kemudian untuk ulah buruh juga menjadi 2 kali, buruh bongkar muatan di pelabuhan dan buruh bongkar di gudang.
"Tadinya buruh bongkar muat hanya di gudang saja. Itu butuh biaya besar dan kerugian kita cukup besar di situ," tegasnya.
Harapan dia untuk jembatan penyebrangan itu lebih banyak di buat.
"Kita pada prinsipnya ALFI tetap patuh kebijakan dan kita tetap menjunjung kesepakatan bersama dan kita saling mendukung instansi terkait," pungkasnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak