Paolus Hadi Ajak Seluruh Komunitas Etnis di Sanggau Tunjukan Jati Diri

Dukungan Pemkab Sanggau terhadap pengembangan budaya dan seni tradisi nusantara di Kabupaten Sanggau tentu tidak hanya sebatas slogan.

Paolus Hadi Ajak Seluruh Komunitas Etnis di Sanggau Tunjukan Jati Diri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi mendapat cinderamata wayang golek dari Ki Dayang Walang Golek dari Kota Bandung, Jawa Barat di Lapangan Bola Rawa Bakti Sanggau, Sabtu (12/10/2019). 

Paolus Hadi Ajak Seluruh Komunitas Etnis di Sanggau Tunjukan Jati Diri

SANGGAU- Pemkab Sanggau akan lebih bersemangat memajukan seluruh kebudayaan nusantara di Kabupaten Sanggau.

Seperti diketahui Bupati Sanggau, Paolus Hadi baru saja menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi tahun 2019 kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

"Ini adalah bukti bahwa pemkab Sanggau bukan mengekspose sesuatu yang tidak terjadi. Pemkab Sanggau sangat peduli dengan seluruh kebudayaan nusantara untuk dikembangkan di Kabupaten Sanggau," kata Bupati Sanggau Paolus Hadi usai menghadiri kegiatan Paguyuban Pasundan Sanggau Mengkeut Kadeudeuh Baraya 2019 Sunda Tahun 2019 di Lapangan Bola Rawa Bakti Sanggau, Sabtu (12/10/2019).

Baca: Buka Meungkeut Kadeudeuh 2019 Paguyuban Sunda, Ini Pesan Bupati Sanggau

Baca: Tahukah Anda Sejarah Berdirinya Paguyuban Sunda Kalbar (S4) ?   

Untuk itulah, PH sapaan akrabnya mengajak seluruh komunitas etnis yang ada di Sanggau untuk terus menunjukan jati diri dan keberadaannya dengan menampilkan kebudayaannya masing-masing di Kabupaten Sanggau.

"Saya sudah mengajurkan betul supaya komunitas-komunitas atau paguyuban dari suku bangsa manapun yang berada di Sanggau mari tunjukan keberadaan saudara-saudaraku sekalian,"tegasnya.

PH menjelaskan, Dukungan Pemkab Sanggau terhadap pengembangan budaya dan seni tradisi nusantara di Kabupaten Sanggau tentu tidak hanya sebatas slogan, tetapi dalam bentuk yang lebih nyata dan dirasakan langsung oleh seluruh etnis yang ada.

"Kita dorong dengan dukungan Peraturan, termasuk juga di dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Sanggau, visi misi Bupati. Dan ini sudah terjadi sehingga itu menjadi pertimbangan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian memberikan kita anugrah kebudayaan dan maestro seni tradisi,"jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangam Sanggau itu mengaku sangat bersyukur karena seluruh etnis yang ada di Kabupaten Sanggau sudah melaksanakan apa yang menjadi keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau dalam hal pengembangan budaya dan seni tradisi.

"Tentu ini menjadi tantangan kita kedepan agar apa yang kita lakukan ini bertahan terus bahkan berkembang termasuk Paguyuban yang belum melakukannya, ayo mengeksploitasi kebudayaannya di Kabupaten Sanggau,"ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sanggau sudah memulai dengan dukungan anggaran selama kurang lebih lima tahun ini, termasuk di RPJMD. Dan pemerintah daerah memastikan akan ada pengembangan kebudayaan di Kabupaten Sanggau.

"Pasti ada pengembangan lagi nanti. Target kita kalau kita mampu membuat gedung kesenian kenapa tidak, termasuk mengadakan festival bersama seluruh etnis. Saya meletakkan dasarnya, tapi ide-ide ini harus didukung oleh Paguyuban. Mereka harus memberi saran kepada pemerintah kita, tapi rencana kita tetap mempertahankan kebudayaan ini terus berlanjut. Soal bagaimana kita mengembangkannya itu kita serahkan kepada masing-masing etnis yang ada," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah akan terus meningkatkan anggaran untuk mengembangkan kebudayaan di Kabupaten Sanggau tiap tahunnya.

"Harus kita katakan bahwa kebudayaan ini mahal, tidak mampu sebenarnya dinilai dengan uang. Tapi penghargaan kepada orang-orang yang peduli terhadap pengembangan budaya itu penting," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved