TRIBUN WIKI

Tahukah Anda Sejarah Berdirinya Paguyuban Sunda Kalbar (S4) ?   

Paguyuban sunda Kalbar yaitu S4 (Simpay Seuweu Siwi Siliwangi) berdiri pada 1 April 1959.

Tahukah Anda Sejarah Berdirinya Paguyuban Sunda Kalbar (S4) ?    
ISTIMEWA
Raden Djenal Asikin Joedadibrata 

Tahukah Anda Sejarah Berdirinya Paguyuban Sunda Kalbar (S4) ? 

PONTIANAK - Tahukah Anda sejarah awal berdirinya Paguyuban Sunda Kalimantan Barat (S4) yang didirikan oleh Raden Djenal Asikin Joedadibrata?

Ketua Bidang Kepemudaan, Paguyuban Sunda Kalbar,  Simpay Seuweu Siwi Siliwangi (S4), Atep Kunaepi, menjelaskan bahwa Raden Djenal Asikin Joedadibrata adalah bupati Sambas pertama yang menjabat pada 1950-1951.

Raden Djenal Asikin Joedadibrata juga sempat menjadi Plt III Gubernur Kalbar, periode 1958-1960. 

Baca: HUT Paguyuban Sunda di Kalbar ke 60 Bakal Semarak, Ini Rangkaian Acaranya

Dia adalah sosok perintis dan pendiri  Paguyuban S4, yang didirikan 1 April 1959 silam. 

Paguyuban sunda Kalbar yaitu S4 (Simpay Seuweu Siwi Siliwangi) berdiri pada 1 April 1959.

Raden Djenal Asikin Joedadibrata mendirikan paguyuban ini di Pontianak, bersama tokoh - tokoh pendatang sunda, dimana pada waktu itu rata- rata bertugas di TNI dan Polri.

Didirikannya paguyuban S4 ini berawal dari sering bertemunya gubernur dengan beberapa warga TNI dan Polri, sehingga dia pada saat berbicara sama mereka, serasa dikampung halaman Tatar Sunda, Demi mengobati rasa rindu ke kampung halaman, dia sering mengadakan pertemuan dengan anggota TNI dan POLRI yang berasal dari Tatar Sunda sebagai pengobat rindu kampung halaman. 

Baca: Paguyuban Sunda Gelar Halal bi Halal

Beranjak dari hal tersebut, Raden Djenal Asikin Joedadibrata tergerak untuk mencari saudara seperantauan di Kalbar.  ini, ternyata banyak pedagang di Kalbar pada jaman itu yang berasal dari suku sunda akhirnya dibentuklah paguban sunda dengan kata  Simpay Seuweu Siwi Siliwangi (S4).

Sampai saat ini S4 menjadi organisasi etnis Sunda yang memiliki cabang organisasi di setiap daerah di di Kalbar.

Setiap daerah mempunyai cabang-cabang organisasi, dengan jumlah anggota sampai sekarang lebih kurang 60 ribu jiwa. ( *) 

Penulis: Zulkifli
Editor: Marpina Sindika Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved