Soal Peremajaan Karet dan Sawit, Winston: Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Di Korea kata Winston, batang kelapa sawit diolah menjadi bahan bakar berkat kecanggihan teknologi.

Soal Peremajaan Karet dan Sawit, Winston: Manfaatkan Kecanggihan Teknologi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Winston Pardamean Simanjutak, Dewan Pakar Nasional Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI). 

Soal Peremajaan Karet dan Sawit, Winston: Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

SINTANG- Dewan Pakar Nasional Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI), Winston Pardamean Simanjutak mengatakan kecanggihan teknologi saat ini seharusnya menjadi solusi persoalan peremajan karet dan sawit.

Menurut Winston, pohon kelapa sawit sudah tidak produktif memang harus diganti tanam baru.

Akan tetapi, replanting tidak hanya sekadar dan menebang pohon sawit kemudian membakarnya, ada solusi lebih baik jika memanfaatkan teknologi pengolahan bekas pokok sawit.

"Kelapa sawit yang di replanting bukannya hanya untuk di bakar, tapi bisa di manfaatkan untuk yang lain, terlebih dengan teknologi sekarang yang tinggi," kata Winston di sintang belum lama ini.

Baca: Jarot Sebut 1.470 Hektare Lahan Sawit di Replanting

Baca: Sawit dan Karet Memasuki Masa Peremajaan, Petani Damba Bantuan

Di Korea kata Winston, batang kelapa sawit diolah menjadi bahan bakar berkat kecanggihan teknologi.

"Kebetulan di Korea teman saya. Hanya memang diperlukan pemetaan dan uji kekuatan bahan-bahan itu, sebab di perlukan oleh Negara Korea dan Jepang cukup banyak," ungkapnya.

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, Winston juga percaya, pohon karet tidak hanya bisa dijadikan furniture.

" Terlebih teknologi canggih seperti saat ini barang bekas saja bisa diolah, seperti sampah yang di kelola menjadi energy. Jadi karet juga bisa diolah jadi yang lain," jelasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved