Sawit dan Karet Memasuki Masa Peremajaan, Petani Damba Bantuan

Kondisi ini membuat sejumlah petani khawatir, jika sawit tak lagi produktif, akan berdampak terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.

Sawit dan Karet Memasuki Masa Peremajaan, Petani Damba Bantuan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno mendengarkan keluhan para petani sawit maupun karet yang mendambakan bantuan permodalan untuk peremajaan, Jumat (11/10/2019). 

Sawit dan Karet Memasuki Masa Peremajaan, Petani Damba Bantuan

SINTANG- Komoditas terbesar di Kabupaten Sintang, Karet dan Sawit memasuki masa uzur.

Tidak lama lagi, pohon dua komoditas unggulan Sintang harus di replanting.

Kondisi ini membuat sejumlah petani khawatir, jika sawit tak lagi produktif, akan berdampak terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.

Sugiarto, pengurus koperasi di Kecamatan Sungai Tebelian menyebut, saat ini pohon karet sudah berusia 30 tahun.

Baca: Dari 3,4 juta Ton Produksi Sawit, Hanya 4 Persen Saja Ekspor yang Berasal Dari Kalbar.

Baca: Pabrik Pengolahan Sawit PT Agro Andalan ke-8 Diresmikan, Kapasitas 30 Ton TBS Per Jam

Begitupula dengan sawit sudah waktunya peremajaan.

"Tidak lama lagi sawit dan karet itu akan di tebang dan di tanam kembali, otomatis akan terjadi penurunan ekonomi,” ungkap Sugiarto, Jumat (11/10/2019).

Para petani, kata Sugiarto berharap pemerintah dan HKTI Kabupaten Sintang mengarahkan perbankkan yang bisa menyalurkan modal kepada para petani.

"Sebab, untuk mengurus sawit dan Karet memerlukan modal yang tak sedikit. Mudah mudahan pemerintah bisa membantu para petani, membantu permodalan," harap Sugiarto. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved