Gubernur Hadiri Musda AKLI ke-11, Bantu Bangun Kelistrikan Kalbar

Ia juga menyambut positif program Gubernur Kalbar yang akan memberikan pemasangan listrik bagi keluarga tidsk mampu.

Gubernur Hadiri Musda AKLI ke-11, Bantu Bangun Kelistrikan Kalbar
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji menyampaikan arahannya sekaligus membuka Musyawarah Daerah XI Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kalimantan Barat, di hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (9/10/2019). 

Gubernur Hadiri Musda AKLI ke-11, Bantu Bangun Kelistrikan Kalbar

PONTIANAK - Gubernur Kalbar, H Sutarmidji mengharapkan peran Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) untuk mampu membantu menyelesaikan permasalahan kelistrikan yang terjadi di Kalbar.

Hal ini disampaikan gubernur saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) AKLI Kalbar ke 11 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (9/10/2019).

Pada kesempatan itu, Midji menjabarkan kondisi kelistrikan Kalbar secara utuh saat ini. Midji menggaharapkan Musda AKLI kali ini dapat merumuskan program-program yang mendukung pemerintahan dalam membangun dan mengatasi persoalan listrik secara umum.

Menurut Midji, ketersambungan listrik pada desa-desa juga mendorong program Desa Mandiri yang dicita-citakan.

Baca: AKLI Bantu Kelistrikan Kalbar, Pengamat: Semoga Tak hanya Soal Bisnis

Baca: Belum Sepakat Dana Pilkada dengan Pemkab, KPU Sambas Terancam Tak Bisa Cetak Surat Suara

Namun saat ini, kata dia, masih ada sekitar 400an desa, dari 2.031 desa yang ada di Kalbar yang belum teraliri listrik.

"Tak banyak lagi desa yang tidak teraliri listrik, kalau proyek tahun ini dilaksanakan tuntas sekitar 60an desa, maka tinggal 300-an desa lagi yang harus dikejar," ucap Sutarmidji dalam sambutannya.

Selanjutnya pada tahun 2020, Pemprov Kalbar mendorong sekitar 40 desa yang akan masuk aliran listrik. Midji berharap, selesai ia menjabat Gubenrnur Kalbar nanti, semua desa dapat menikmati aliran listrik.

"Namun tidak semua desa ini dapat teraliri jaringan listrik PLN. Pasalnya ada 180an desa yang kondisi demografinya di bukit-bukit, lembah , dan sebagainya. Sehingga tidak mungkin dilayani secara konvensional oleh PLN," tuturnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan listrik pada desa-desa yang tidak mungkin dilayani PLN secara konvensional tersebut, Midji menegaskan harus menggunakan solar sel, ini yang akan ia giatkan ke depan.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved