Peledakan Kapal Asing Dinilai DPR Habiskan Anggaran dan Buat Laut Kotor

Anggota DPR RI asal Kalbar, Daniel Johan tidak setuju dengan langkah Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Peledakan Kapal Asing Dinilai DPR Habiskan Anggaran dan Buat Laut Kotor
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
8 kapal pelaku illegal fishing asal Vietnam ditenggelamkan oleh Lantamal XII Pontianak dengan cara diledakan di perairan pulau Datu, Kalbar, Sabtu (1/4/2017) pukul 15.00 WIB 

Peledakan Kapal Asing Dinilai DPR Habiskan Anggaran dan Buat Laut Kotor

PONTIANAK - Anggota DPR RI asal Kalbar, Daniel Johan tidak setuju dengan langkah Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menengelamkan kapal barang bukti ilegal fishing.

"Habis-habiskan anggaran saja dan buat kotor laut," kata Daniel, Minggu (06/10/2019) kepada Tribun.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode lalu ini pun menilai penenggelaman kapal hanyalah sebuah shock terapi bagi asing.

Ia meminta kapal asing yang ditangkap lantaran mencuri ikan di laut Indonesia disita kemudian kapal-kapal tersebut diberikan kepada nelayan.

Karena nelayan dinilai lebih membutuhkan kapal tersebut.

Baca: Kanit Intelkam Polsek Singkawang Selatan Hadiri Peledakan Handak Perluasan Lapangan Tembak Rindam

Baca: Video Detik-detik Penenggelaman 13 Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Pulau Datuk Kalbar

Baca: Menteri Susi Sebut Penenggelaman Kapal Asing Ilegal Jalan Keluar Masalah Sumberdaya Kelautan

"Penenggelaman kapal itu seharusnya hanya shock terapi, karena kalau dilakukan secara terus-terusan maka itu akan menjadi aneh. Toh tetap terjadi. Alangkah baiknya kalau kapal tersebut disita, dihibahkan ke kop nelayan," jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel menerangkan jika pihaknya terus mendorong aspirasi rakyat dan nelayan terkait kebijakan yang dinilai menyulitkan.

Politisi PKB ini pun berharap agar pemerintah mencabut segala kebijakan yang membuat susah nelayan dan dunia perikanan, termasuk kewajiban kelompok nelayan memiliki akte baru bisa mendapat program bantuan.

"Cabut peraturan yang bikin nelayan jadi pengangguran," tegas dia.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved