Menteri Susi Sebut Penenggelaman Kapal Asing Ilegal Jalan Keluar Masalah Sumberdaya Kelautan

akibat ulah nelayan asing yang tanpa izin mengambil sumber daya kelautan Indonesia, stok ikan di Indonesia yang puluhan juta ton menurun

Menteri Susi Sebut Penenggelaman Kapal Asing Ilegal Jalan Keluar Masalah Sumberdaya Kelautan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berikan Sambutan di acara pemusnahan kapal Ikan Asing Ilegal di kantor PSDKP Pontianak, Sabtu (04/05/2019) 

Menteri Susi Pujiastuti Sebut Penenggelaman Kapal Asing Ilegal Jalan Keluar Masalah Sumberdaya Kelautan

PONTIANAK - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti datang langsung di acara pemusnahan Kapal Ikan Asing Ilegal di Kantor PSDKP Pontianak.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengungkapkan bahwa pemusnahan kapal ikan asing ilegal merupakan satu jalan keluar dari masalah sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang berkurang selama bertahun - tahun.

Ia mengungkapkan bahwa akibat ulah nelayan asing yang tanpa izin mengambil sumber daya kelautan Indonesia, stok ikan di Indonesia yang puluhan juta ton menurun hingga hanya beberapa juta ton beberapa tahun lalu.

Baca: Kepala PSDKP Pontianak, Erik Tambunan Sebut Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Laut Cina Selatan

Baca: Gubernur Sutarmidji Sebut Kapal Ikan Asing Ilegal Masuk Indonesia Sebagai Kejahatan Terhadap Negara

Dan bahkan, ia mengungkapkan terdapat 10 ribu kapal asing beroprasi di Indonesia pada beberapa tahun lalu.

"Kadang kita ini terlalu mudah melupakan hal - hal yang sebetulnya belum lama terjadi, stok ikan kita, puluhan juta ton, turun menjadi 7, 1 juta ton di tahun 2014, rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya, 115 eksportir ikan tutup karena kekurangan bahan baku, dan lebih dari 10.000 kapal asing beroprasi di perairan Indonesia,"ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia telah berbicara dengan Presisi Joko Widodo dan mengatakan bahwa tidak ada jalan lain selain memberikan efek jera kepada para Nelayan Asing Ilegal.

"Dan sekarang saya berbicara kepada pak Presiden, pak tidak ada jalan lain selain detern Efect, dan juga itu memudahkan kita keluar dari persoalan lama, kalau kita mau kulitin satu - satu, nangkepin aparat kita dulu, PNS kita dulu, oknum - oknum yang membantu kegiatan  ilegal ini, tentu tidak akan selesai,"katanya.

Baca: 10 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap

Baca: Sejarah Jangkar Kapal Raksasa di Museum Kalbar, Peninggalan Kapal Asing pada Abad ke-16

"Ini merupakan Way Out yang sangat cantik untuk negara kita, menakutkan bangsa negara lain, dan penyelesaian dengan cara ini seharusnya menjadi sebuah pola, saya panggil Dubesnya, saya panggil pengusahanya, baik - baik, dengan makan siang, kita jamu, saya hanya cerita saya akan eksekusi undang - undang, amanah negara ini, untuk menyelesaikan masalah ini, jadi bantu saya, udah itu saja, kalau ada yang bandel ya kelewatan,,"ujarnya

"Tetapi persoalannya, kadang - kadang kita sendiri yang ragu, kita sendiri yang tidak percaya diri, baru dua tahun tenggelamin kapal, kita ketakutan sendiri, oo bagaimana kalau Di lelang, apa tidak sayang itu barang ditenggelamkan,"imbuhnya.

Ia mengatakan bawah opsi pelelangan Kapal Asing Ilegal bulan cara yang tepat untuk mengatasi persoalan ikan yang selama ini terjadi.

"Itu harga 10 milyar, kalau di lelang paling hanya 1 milyar, yang dicuri itu, satu trip saja bisa  2 sampai 3 milyar, kamu sayang gak sama ikan - ikan kita, sumber daya ekonomi kita,"jelasnya.

Mentri ngentrik itu mengatakan, bila hanya di lelang, maka akan menambah berani para pelaku.

"Kalau maunya dilelang, mereka jelas tambah berani," katanya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved