Begini Kronologi Polres Sambas Tangkap Penyalur TKW Sumiati Ke Malaysia

Kasatreskrim AKP Prayitno menjelaskan jika pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang

Begini Kronologi Polres Sambas Tangkap Penyalur TKW Sumiati Ke Malaysia
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka KL (63) saat diamankan oleh Mapolres Sambas. 

Begini Kronologi Polres Sambas Tangkap Penyalur TKW Sumiati Ke Malaysia

SAMBAS  - Kasatreskrim AKP Prayitno menjelaskan jika pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap korban Sumiati.

Ia menerangkan, jika tersangka menyalurkan Sumiati ke Malaysia sekitar November 2009.

"Pada tahun 2009 di korban telah direkrut atau diajak oleh tersangka untuk bekerja di negara Malaysia dengan janji akan dipekerjakan di restoran di daerah Sibu Malaysia dengan gaji yang dijanjikan pada saat itu RM. 600," katanya.

"Dijanjikan makan, paspor, transportasi ditanggung dan tempat tinggal disiapkan sehingga korban pada saat itu mau," ungkapnya.

Selanjutnya kata Kasat, tersangka membuatkan korban pasport. Berselang seminggu, baru kemudian korban di berangkatkan oleh tersangka ke Malaysia.

Baca: BREAKING NEWS - Polres Sambas Tangkap Penyalur TKW Sumiati ke Malaysia

Baca: TKW Asal Sambas Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia, Disetrika hingga Terancam Buta Permanen

Baca: Dua TKW Diculik di Malaysia, Pihak Keluarga Minta Bantuan Pengacara dan Calon Presiden

"Selanjutnya tersangka membuatkan paspor si korban di Kantor Imigrasi Sambas kemudian setelah paspor jadi sekira satu minggu kemudian ia membawa korban ke Malaysia masuk melalui Border Entikong kemudian setelah korban sampai di negara Malaysia korban dipekerjakan di sebuah restoran," katanya.

"Dan korban berada disana selama kurang lebih 10 tahun namun gaji yang dibayar hanya satu kali yaitu sewaktu tiga bulan pertama bekerja, setelah itu korban tidak pernah digaji lagi," bebernya.

Selanjutnya, korban sering dipukul sehingga mata korban buta pada tahun 2014 dan akhirnya pada bulan juli 2019 korban dipulangkan dengan cara dititipkan melalui bis angkutan umum dan diturunkan di Desa Mensere, Tebas. Ia pulang dengan diberi ongkos pulang sebesar RM. 90.

Dengan demikian, atas kejadian tersebut pihak keluarga melaporkan ke Polres Sambas agar terlapor bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved