Polusi Asap Hilang, Kini Banjir Landa Kota Sintang

Seperti yang terjadi di Jl. Cadika kelurahan Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada Minggu (29/9/2019).

TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Kondisi banjir di Jalan Cadika kelurahan Baning Kota Kabupaten Sintang. 

Polusi Asap Hilang, Kini Banjir Landa Kota Sintang

SINTANG- Banjir melanda beberapa titik lokasi di kota Sintang.

Jika sebulan terakhir Kabupaten Sintang diselimuti kabut asap.

Kini sejak beberapa hari terakhir mulai dihujani air.

Namun ada hal yang kurang menyenangkan yang dirasakan sebagian warga di beberapa tempat lantaran datangnya hujan juga disertai dengan banjir.

Baca: Sepakbola Berujung Duka, 7 Orang Tewas Diterjang Musibah Banjir Bandang saat Laga Berlangsung

Baca: Tim Ahli Diagnosis Penyebab Banjir dan Genangan di Pontianak

Seperti yang terjadi di Jl. Cadika kelurahan Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada Minggu (29/9/2019).

Terlihat air yang cukup tinggi menggenangi sepanjang jalan itu.

Jalan yang berada di pusat kota ini seperti berada di tengah danau kecil.

Iwan yang merupakan satu diantara warga yang tinggal yang membuka usaha di Jl. Cadika mengaku sudah bertahun-tahun banjir selalu menghampiri ketika terjadi hujan yang cukup lama.

Namun hingga saat ini belum ada penanganan dari pemkab Sintang.

"Dulu sempat ditinjau dengan alat. Tapi ya gak ada perbaikan. Saya kira habis itu ada perbaikan ternyata gini-gini Jak," ungkapnya.

Tidak hanya penanganan dari pemerintah yang dianggap lamban.

Iwan juga menyayangkan adanya pembangunan gedung ataupun fasilitas lainnya yang dianggap masih belum mengutamakan adanya drainase.

"Dulu dibelakang ini kan tempat penampungan air hujan. Sekarang setelah ditimbun dijadikan segala macam properti, ujung-ujung kan airnya lari ke sini. Ini unek-unek masyarakat, sebelum dibangun itukan harus ada studi kelayakan. Studi kelayakan nanti sistem drainasenya pergi kemana. Jangan setelah bangunan jadi baru dia pikirkan drainase, seharusnya kan drainasenya yang dulu dipikirkan," ungkapnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah kabupaten Sintang, agar dapat memberikan solusi terhadap banjir yang selalu terjadi di jalan tersebut.

"Kita minta satu jak dengan pemerintah, tolong drainase di dalam kota itu digenahi. Harus jelas drainasenya ini larinya kemana. Kalau debit airnya terlalu besar volume paritnya mampu nda," tutup Iwan. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved