Di Tengah Meluasnya Aksi Demo, Rupiah 5 Hari Berturut Alami Pelemahan, Bagaimana Dampak ke Ekonomi?
Di Tengah Meluasnya Aksi Demo, Rupiah 5 Hari Berturut Alami Pelemahan, Bagaimana Dampak ke Ekonomi?
"Dalam hal ini, BI tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena untuk menarik investasi, BI telah menurunkan suku bunga acuan," sebutnya.
Sebelumnya BI telah menurunkan BI seven days reverse repo rate sebesar 25 basis poin dari 5,50 menjadi 5,25 persen.
Sedangkan, Direktur Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Winfried F Wicklein menyebut, pihaknya belum bisa memperkirakan hal itu karena belum memasukkan variabel dampak aksi massa terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 2020 mendatang pada Outlook 2019.
Sehingga kata dia, terlalu dini rasanya memproyeksi sejauh apa aksi massa akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam iklim investasi.
"Terlalu dini untuk kita bisa proyeksi karena kami belum memasukkan variabel dalam analisis tahun 2019," kata Winfried F Wicklein di Jakarta, Rabu (25/9/2019).
Baca: Sempat Viral, Mahasiswa yang Turunkan Foto Jokowi Ditetapkan Tersangka, Begini Kronologis Kasusnya
Dalam laporan Asian Development Outlook 2019, Wicklein menuturkan pertumbuhan ekonomi Asia memang tengah melambat seiring dengan melemahnya laju investasi dan perdagangan sebelum ada demonstrasi.
Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonominya melambat dari 5,2 persen tahun 2018 menjadi 5,1 persen di tahun 2019. Perlambatan ini terjadi karena melemahnya investasi domestik dan ekspor.
Sementara di Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi diproyeksi 4,5 persen tahun 2019 dan 4,7 persen pada tahun 2020 secara keseluruhan.
Kendati demikian, pertumbuhan investasi bisa didorong dengan memperbaiki sistem investasi seperti perizinan dan segelintir masalah lain sehingga mempermudah masuknya investasi ke Indonesia.
Baca: Jokowi Berubah Usai Dua Kali Kukuh Tolak Batalkan UU KPK Hasil Revisi, Ini yang Membuatnya Melunak
Dia bilang, hal tersebut mesti segera dibenahi secara signifikan agar pertumbuhan ekonomi di tahun depan bisa terus terkendali bahkan meningkat dari perkiraan.
"ADB sangat menyarankan pemerintah untuk segera memperbaiki sistem, termasuk manajemen keuangan publiknya. Ini akan sangat positif menyaring investor domestik maupun asing," jelas dia.
(*)